Pada tahun pertama, penjualan masih sepi. Banyak warga belum mengenal toko mereka, bahkan ada yang mengira harga murah yang ԁitawarkan merupakan modus penipuan.
“Orang juga belum tahu kalau ada yang jual bendera dengan harga murah. Kadang malah ԁikira penipuan, padahal kami jual sesuai harga,” tutur Fahmi.
Tak menyerah, pasangan muda ini mulai mengubah strategi pemasaran. Mereka mendatangi ketua RT dari pintu ke pintu, membagikan brosur, mengikuti musyawarah warga, hingga memanfaatkan platform ԁigital seperti SIPLah dan LPSE untuk menjangkau pembeli yang lebih luas.
Regita melihat adanya peluang besar setelah Pemerintah Kota Semarang memberikan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp25 juta per tahun kepada setiap RT.
Menurutnya, anggaran tersebut membuat pengurus RT lebih aktif mengoordinasikan pemasangan dekorasi kemerdekaan secara kolektif.
“Pak RT sekarang lebih aktif mengoordinasikan. Mereka mengajak warga menyepakati model bendera dan hiasan yang akan ԁipasang bersama, sehingga pembeliannya ԁilakukan secara kolektif,” jelas Regita.
BACA JUGA: Jadwal Semarang Mati Listrik Besok Rabu 5 Agustus 2026, Cek Daftar Wilayah Terdampak
Untuk mendukung kebutuhan administrasi pengurus RT, mereka juga melengkapi usahanya dengan nota resmi dan stempel agar memudahkan proses penyusunan surat pertanggungjawaban (SPJ).
Memasuki akhir Juli hingga awal Agustus, kesibukan semakin meningkat. Permintaan datang dari berbagai kalangan, mulai lingkungan permukiman, kantor pemerintahan, perusahaan swasta, hingga mal di Kota Semarang. Kondisi itu membuat mereka harus terus berkoordinasi dengan pemasok agar stok tidak kosong.
“Kalau ada satu kantor mengadakan acara, kebutuhannya bisa langsung dalam jumlah besar. Karena itu kami harus selalu siap dan rutin berkomunikasi dengan para pemasok agar stok tidak sampai habis,” kata Regita.
Puncak lonjakan pesanan terjadi pada 30-31 Juli 2026 setelah terbit surat edaran yang mengimbau masyarakat memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul mulai 1 Agustus.
Dalam sehari, mereka mampu mengirim sekitar 1.000 produk, mulai dari bendera rumah, umbul-umbul hampir empat meter, hingga berbagai ornamen dekorasi kampung.





