SEMARANG, beritajateng.tv – Di balik semarak bendera Merah Putih yang mulai berkibar di setiap sudut Kota Semarang menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, ada kisah perjuangan pasangan muda Generasi Z, Fahmi Babgae dan Regita Sekar Adisti.
Bagi keduanya, bulan Agustus bukan sekadar perayaan nasional, melainkan musim panen yang telah mereka nantikan setiap tahun. Dari rumah sederhana mereka di Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Selatan, pasangan suami istri itu hampir tak memiliki waktu luang.
Sejak pagi hingga malam, mereka ԁisibukkan dengan menyiapkan ribuan pesanan bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga berbagai ornamen dekorasi kampung yang datang silih berganti dari pengurus RT, perusahaan swasta, instansi pemerintah, hingga pusat perbelanjaan.
Siapa sangka, usaha yang kini mampu menyuplai sekitar 1.000 produk setiap hari itu berawal dari perjuangan Fahmi saat masih duduk di bangku SMA pada 2016. Demi mendapatkan uang tambahan, ia bekerja membantu pedagang bendera asal Garut yang berjualan di pinggir jalan.
“Kenapa berjualan? Butuh uang, ya. Karena realistis, saya butuh uang, akhirnya ikut orang. Ikut orang Garut waktu itu. Jadi kami ngelapak di pinggir-pinggir jalan. Dulu saya pernah seperti itu,” kenang Fahmi saat ԁitemui di kediamannya pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Pengalaman tersebut menjadi sekolah bisnis baginya. Fahmi belajar mencari pemasok dengan harga paling kompetitif, membandingkan berbagai penawaran di marketplace, hingga akhirnya mampu menjual produk dengan harga lebih terjangkau.
“Awalnya memang mencari harga paling murah. Dari situ kami bisa menjual lagi ke orang lain dengan harga yang lebih murah juga,” ujarnya.
BACA JUGA: Soal Isu Demo Besar-besaran Agustus, Kesbangpol Jateng: Semarang Masih Adem Ayem, Kami Pantau Solo Raya
Perjalanan usaha mereka berlanjut setelah Fahmi menikah dengan Regita, perempuan asal Semarang. Ia memutuskan meninggalkan usahanya di Madiun untuk mencoba peruntungan di Kota Lumpia. Namun, langkah itu tidak langsung membuahkan hasil.





