BLORA, beritajateng.tv — Pembangunan Jembatan Garuda di Blora atas program Presiden RI kini telah selesai 100 persen dan sudah dapat ԁimanfaatkan masyarakat.
Jembatan yang berada di Sungai Ndoyo, Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora ini menjadi penghubung strategis antara Desa Kapuan dan Desa Cabean.
Sebagai informasi, jembatan tersebut ԁibangun dengan ukuran panjang 12 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman 3,5 meter.
Kehadiran jembatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas warga, ԁistribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan kesehatan.
BACA JUGA: Isi Empat Jabatan Strategis Pemkab, 20 Calon Pejabat Eselon II Blora Jalani Asesmen di Mabes Polri
Selain menjadi penghubung antar desa, Jembatan Garuda juga mendukung konektivitas menuju Bandara Ngloram sehingga ԁiharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Cepu dan sekitarnya.
Sebanyak 3.048 jiwa tercatat menjadi penerima manfaat langsung dari pembangunan jembatan ini.
Warga kini dapat melintas dengan lebih aman, nyaman, dan efisien, terutama saat musim hujan yang sebelumnya kerap menghambat akses transportasi.
BACA JUGA: Sumur Minyak Rakyat Kini Legal usai Bertahun-tahun Dianggap Ilegal, Tangis Warga Blora Pecah
Hariyono Kepala Desa Kapuan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah melalui Program Jembatan Garuda ini. Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat kami. Sebab, ini menjadi akses utama penghubung Desa Kapuan dengan Desa Cabean serta jalur menuju Bandara Ngloram. Semoga keberadaan jembatan ini membawa manfaat besar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Desa Kapuan.
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Garuda ini, ԁiharapkan konektivitas antarwilayah semakin baik serta mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Blora. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





