Nasional

Jokowi Tembus Nominasi Pimpinan Terkorup versi OCCRP, PDIP Tantang KPK Tindaklanjuti

×

Jokowi Tembus Nominasi Pimpinan Terkorup versi OCCRP, PDIP Tantang KPK Tindaklanjuti

Sebarkan artikel ini
Arsip Jokowi | ijazah Jokowi UGM ~ Survei Kompas
Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo. (ist)

SEMARANG, beritajateng.tv – Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo atau Jokowi masuk dalam daftar tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Adapun hal ini cukup menuai berbagai komentar masyarakat.

Kabar soal Jokowi masuk jajaran pimpinan terkorup ini pun direspons oleh Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat. Yang mana ia menilai temuan OCCRP itu perlu ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat penegak hukum lain.

BACA JUGA: PDIP Pecat Jokowi-Gibran, Pengamat: Harusnya Barengan Maruarar Sirait dan Budiman Sudjatmiko

Menurutnya, hal itu juga menjadi ajang pembuktian di mana aparat penegak hukum tidak pandang bulu dalam melakukan penindakan sebuah tindak kriminal.

“Informasi awal tahun yang perlu di tanggapi KPK dan aparat penegak hukum dalam pemberantasan korupsi. Tanpa pandang bulu untuk membangun pemerintahan yang bersih dan kuat,’’ kata Djarot.

Djarot menilai, pemeriksaan lebih lanjut juga di perlukan. Hal ini untuk menguji keakutaran data dari OCCRP tersebut.

’’Sekaligus untuk menguji akurasi data dari lembaga tersebut,’’ ucapnya.

Nama yang masuk nominasi tokoh terkorup selain Jokowi

Sebagai informasi, selain Jokowi, keempat tokoh lain yang masuk nominasi ini adalah Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Hasina, dan Pengusaha dari India Gautam Adani.

Menurut laman resmi OCCRP, penentuan nominasi tokoh terkorup ini melalui hasil voting dari para pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan berbagai pihak yang tergabung dalam jaringan global OCCRP.

OCCRP mengungkapkan penghargaan ini diberikan kepada para tokoh yang dianggap mendukung korupsi. Juga mendukung kejahatan terorganisir yang menciptakan ketidakstabilan global.

BACA JUGA: Bukan Karena Sendirian, Pengamat Politik Ungkap Alasan Kalahnya Andika-Hendi: PDIP Telat Kampanye

Jokowi sendiri pun juga telah memberikan respons soal kabar ini. Menurutnya, status tokoh terkorup itu merupakan tuduhan jahat.