SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang mulai memburu pemilik sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) yang kondisinya rusak dan berpotensi membahayakan pengguna.
Pemkot bahkan membuka opsi mengambil alih JPO yang tidak terawat jika pemilik atau pengelolanya tidak kunjung melakukan perbaikan.
Langkah tersebut menjadi perhatian serius karena dari sekitar 25 JPO yang tersebar di Kota Semarang, hanya delapan yang tercatat menjadi kewenangan Pemerintah Kota Semarang.
Sementara JPO lainnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pihak ketiga yang sebelumnya membangun fasilitas tersebut.
Salah satu JPO yang kondisinya memprihatinkan berada di kawasan Pasar Bulu, Jalan MGR Sugiyopranoto, Kota Semarang.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bagian konstruksi mulai mengalami korosi. Pelat besi pada lantai tampak berkarat dan keropos.
Bahkan, terdapat bagian lantai yang sudah berlubang. Kondisi serupa terlihat pada pagar dan beberapa bagian struktur JPO.
Cat pelindung yang mengelupas membuat permukaan besi semakin mudah terpapar air dan udara. Kerusakan tersebut menjadi perhatian karena JPO masih masyarakat gunakan untuk menyeberang jalan.
Apalagi, JPO berada di kawasan Pasar Bulu yang memiliki aktivitas perdagangan cukup padat. Arus kendaraan di kawasan tersebut juga membuat penyeberangan melalui jalan bawah memiliki risiko tersendiri.
Warga pun berharap pemerintah segera mengambil langkah sebelum kerusakan semakin parah.
“Di sini jembatannya tergolong tidak layak dan cukup memprihatinkan. Cukup ngeri saat melewatinya tadi,” kata Mutiara, warga Semarang.
BACA JUGA: JPO Pasar Bulu Semarang Dibenahi Dishub, Prioritas Keselamatan Pejalan Kaki
Warga lainnya, Andre, juga mengaku prihatin dengan kondisi JPO tersebut. Menurut dia, fasilitas itu masih masyarakat butuhkan.
“Saya prihatin melihat kondisi jembatan ini, apalagi sering masyarakat lewat ketika ingin menyeberang. Kalau masyarakat melihat kondisi JPO seperti ini juga terasa serem,” ujarnya.
Andre berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas tersebut agar warga dapat menyeberang dengan aman.
“Harapannya dari pemerintah kota bisa memperbaiki supaya aman dan masyarakat tidak perlu menyeberang dari bawah lagi,” katanya.





