JSW FISIP UIN Walisongo Menuju Terindeks Scopus

Pelatihan Internasional Jurnal Tim JSW FISIP UIN Walisongo.

Semarang, 13/11 (BeritaJateng.tv) – Jurnal Sosiologi Walisongo (JSW) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang bertekad meraih akreditasi peringkat 1 (SINTA 1) usai berhasil akreditasi dengan Peringkat 2 (SINTA 2) pada tahun 2019 silam.

Semangat yang ditunjukkan tim JSW dalam membangun konsolidasi terus dilakukan, pada hari Sabtu (12/11/2022) diadakan pertemuan secara intens untuk persiapan menuju terindeks Scopus.

Pertemuan kegiatan tersebut juga dihadiri langsung pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang, tim editor JSW, pengelolan JSW dan yang sekian kalinya JSW didampingi langsung oleh Nor Malichah, Ph.D Managing Editor Indonesia Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS). Dan dihadiri pula oleh Helmi Suyanto (Rumah Jurnal UIN Walisongo dan Relawan Jurnal Indonesia Jateng).

Materi persiapan menuju Scopus yang disampaikan oleh Nor Malichah diawali dengan cerita tentang pengalamannya sumbit di Scopus beberapa tahun sebelum diterima.

Ada yang menarik, submit awal yang dilakukannya gagal, bahkan oleh pihak Scopus diembargo selama lima tahun. Yang artinya selama lima tahun ke depannya tidak dapat melalukan submit untuk jurnal yang sama.

Kemudian ia menyampaikan sebelum mengisi materi terlebih dahulu sudah membaca beberapa naskah di JSW yang menurutnya perlu ditentukan scope yang akan diajukan ke Scopus dan harus tepat sesuai dengan kriteria yang biasanya dijadikan penilaian Scopus.

“Kalau JSW dalam tahapan menuju submit di Scopus perlu dipersiapkan minimal harus mempertimbangkan pemilihan naskah diantaranya: pertama, Scopus Citedness (reciprocal citedness, seberapa banyak naskah mensitasi dan disitasi oleh artikel terindeks Scopus). Kedua, High Quality Paper (judul, abstrak, bahasa, dan referensi). Ketiga, Super Special Aim and Scopes (misal: Indonesia cultural sociology, Indonesia social change and development, and sociology on Indonesia local wisdom)”, tambah ibu yang mengaku sebagai Tukang Pos IJIMS ini.

Dapat diperhatikan juga syarat yang perlu disiapkan saat submit Scopus adalah dengan mengumpulkan 10 naskah jurnal pilihan.
“Pemilihan naskah inilah diperlukan kebijaksanaan dari pengelola jurnal dalam hal ini JSW untuk memilih 10 naskah unggulan yang mewakili jurnal,” jelas Malichah.

Kecermatan dalam proses pemilihan naskah perlu menjadi pertimbangan pengelola jurnal dalam hal ini JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) FISIP UIN Walisongo perlu pemilihan yang cermat dan tepat agar naskah yang akan dipilih dan dikirim ke Scopus adalah naskah yang representasi dari jurnal terkait.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Hj. Misbah Zulfa Elizabeth, M.Hum (Editor in Chef) JSW, ia mengatakan bahwa JSW sudah siap submit ke Scopus.

“Persiapan yang dilakukan pengelola jurnal JSW diawali dengan memilih naskah yang representasi dengan scope JSW pasca terindeks SINTA 2. Semangat tim JSW tidak diragukan lagi dalam mengelola jurnal sampai pada akhirnya JSW bisa submit di tahun depan insyaAllah, ” tuturnya.
Kualitas tulisan-tulisan di JSW tidak diragukan lagi, hal ini dibuktikan dengan prestasi yang diraih JSW setiap tahunnya. (Ak/El)

Leave a Reply