SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah menetapkan 28.427.616 daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilgub 2024. Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 200 ribu DPT dari Pemilu 2024 lalu.
Anggota Komisioner KPU Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro, menyebut jumlah itu turun dari daftar pemilih sementara (DPS) yang diunggah oleh KPU sebelumnya.
“Data ini turun dari DPS kita sebelumnya. DPS itu kan ada 28.473.405, ada penurunan sejumlah 45.789,” ungkap Paulus dalam konferensi pers yang berlangsung di Hotel Patra, Kota Semarang, Minggu, 22 September 2024.
Menurutnya, penurunan itu terjadi karena ada pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Baik itu meninggal dunia, tercatat ganda, maupun pindah domisili.
“Ada juga pemilih baru sejak DPS diumumkan, jumlahnya ada 67.459. Sementara pemilih TMS itu jumlahnya 113.248 pemilih. Sehingga selisihnya 45.789, itu yang turun dari DPS ke DPT,” terang Paulus.
BACA JUGA: Pengundian Nomor Urut Pilgub Jateng 5 Hari Lagi, KPU Beberkan Lokasi dan Aturan Massa Pendukung
DPT di Jawa Tengah naik dari saat Pilpres 2024
Jika dibandingkan dengan jumlah pemilih saat Pemilu 2024 lalu, Paulus mengaku terjadi kenaikan DPT.
“Kalau data Pilpres itu kan 28,2 jutaan pemilih ya, jadi naik sekitar 200 ribu pemilih,” tuturnya.
Adapun kabupaten/kota yang memiliki DPT terbanyak, kata Paulus, ialah Kabupaten Brebes dengan jumlah 1.519.562 pemilih. Sementara daerah dengan DPT terendah ialah Kota Magelang, yakni 97.825 pemilih.
BACA JUGA: Taksir Batas Dana Kampanye Pilgub Jateng Bakal Naik, KPU: Sebelumnya Maksimal Rp70 M per Paslon
Tim Andika Hendi sempat khawatirkan pemilih di TPS loksus, ada apa?
Selain menetapkan jumlah DPT, KPU Jawa Tengah juga mengungkap jumlah TPS. Pada Pilgub Jawa Tengah 2024, akan ada 56.812 TPS. Sebanyak 103 merupakan TPS lokasi khusus (loksus).
Paulus menerangkan, TPS loksus di Jawa Tengah paling banyak ada di lapas. Sementara, jumlah TPS loksus pondok pesantren terbanyak ada di Kabupaten Magelang.
“Kalau paling banyak di lapas. Jadi, kalau jumlah kabupaten/kota dengan loksus terbanyak ada di Kabupaten Magelang, itu ada 20, kebanyakan di pondok pesantren. Tapi secara keseluruhan atau 103 itu paling banyak di lapas,” paparnya.
Saat acara penetapan DPT berlangsung, tim bakal pasangan calon (paslon) Andika Perkasa–Hendrar Prihadi sempat bertanya soal kerawanan di TPS loksus, utamanya lapas dan pesantren.
Menanggapi hal itu, Paulus menegaskan kekhawatiran tim Andika-Hendi itu tak akan terjadi. Alasannya, kata Paulus, KPU akan bekerja sesuai dengan regulasinya. Termasuk memastikan tak ada intimidasi kepada pemilih oleh pihak-pihak tertentu.
“Terkait dengan memastikan bahwa yang datang ke sana adalah betul pemilih yang terdaftar dalam TPS loksus, lalu juga suasana dalam pemilihan, tentu kita juga bersama dengan kawan-kawan pengawas untuk memastikan bahwa tidak akan ada intimidasi atau penggiringan pada pilihan-pilihan tertentu,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




