Politik

Kader Gerindra Semarang Sentil Budi Arie: Jangan Bangun Narasi Pemerintahan Prabowo Tak Sampai 2029

×

Kader Gerindra Semarang Sentil Budi Arie: Jangan Bangun Narasi Pemerintahan Prabowo Tak Sampai 2029

Sebarkan artikel ini
Kader Gerindra Semarang Sentil Budi Arie: Jangan Bangun Narasi Pemerintahan Prabowo Tak Sampai 2029
Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi Gerindra, Herlambang Prabowo Setio Adji. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 mendapat sorotan dari kader Gerindra di daerah.

Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi Gerindra, Herlambang Prabowo Setio Adji, menilai pernyataan tersebut berpotensi memunculkan spekulasi liar jika tidak disertai dasar konstitusional dan fakta politik yang jelas.

Menurut Herlambang, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini seharusnya diberi ruang untuk fokus menjalankan agenda pembangunan dan menangani berbagai persoalan nasional.

“Pernyataan seperti itu sungguh tidak pas. Menurut saya, itu bisa menjadi pernyataan yang provokatif karena seakan-akan membangun wacana di publik bahwa pemerintahan ini tidak akan sampai 2029,” kata Herlambang.

BACA JUGA: Dewan Pertanyakan Rencana Efisiensi Pemkot Semarang, Herlambang: PAD Cuma 88 Persen, Salah Siapa? 

Ia menilai narasi tentang kemungkinan perubahan kekuasaan sebelum 2029 menjadi sensitif karena masa jabatan pemerintahan telah memiliki landasan konstitusional.

Karena itu, menurutnya, tokoh politik dan pimpinan organisasi relawan perlu berhati-hati ketika menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan percepatan perubahan politik.

“Prabowo dan seluruh jajaran pemerintah sedang mencoba menata semuanya agar berjalan dengan baik. Fokusnya seharusnya pembangunan, penataan ekonomi, dan berbagai persoalan yang sedang dihadapi negara,” ujarnya.

Herlambang menyebut pemerintah saat ini juga menghadapi tekanan dari dinamika ekonomi global dan konflik internasional yang dapat berdampak terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Menurut dia, persoalan tersebut membutuhkan konsentrasi pemerintah, bukan tambahan spekulasi mengenai keberlanjutan pemerintahan.

“Hal seperti ini tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Karena itu, pernyataan yang menurut kami bernuansa provokatif mestinya tidak keluar begitu saja,” katanya.

Soroti Pernyataan Budi Arie di Dekat Jokowi

Herlambang secara khusus menyoroti konteks penyampaian pernyataan Budi Arie saat Presiden ke-7 RI Joko Widodo berada di dekatnya.

Menurut dia, situasi tersebut berpotensi memunculkan berbagai tafsir politik di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan bagian dari pemerintahan yang sedang berjalan.