Kadin Jateng Siapkan Gugus Tugas Kendalikan Inflasi

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid saat mengukuhkan kepengurusan Kadin Jateng masa bakti 2022-2027. (wahyu/beritajateng.tv)

SEMARANG, 10/8 (beritajateng.tv) – Kamar Dagang dan Industri Jawa Tengah (Kadin Jateng) menyiapkan gugus tugas guna mengendalikan inflasi.

Hal tersebut dikatakan Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto Soediro disela Pengesahan dan Pengukuhan Kepengurusan Kadin Jateng masa bakti 2022-2027 di Semarang, Rabu (10/8/2022).

“Nanti dengan pimpinan tim gugus tugas untuk mengendalikan stabilitas harga dan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif,” kata Harry Nuryanto dalam acara yang digelar di MAC Ballroom Semarang tersebut.

Dibawah kepemimpinannya, pengurus sudah berkomunikasi dengan Bank Indonesia dan asosiasi produsen komoditas pemicu inflasi. Diantaranya pengusaha bawang merah dan cabai rawit.

“Hal ini untuk mencari masukan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi inflasi,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, melalui kolaborasi akan semakin siap menghadapi kondisi abnormal.

“Negara-negara lain sedang mengalami inflasi tinggi. Dari sisi inflasi negara kita masih terkendali,” kata dia.

Sementara Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyebut kondisi ekonomi makro indonesia masih baik di tengah kondisi ekonomi dunia yang sedang tidak sehat.

“Walaupun inflasi Indonesia tinggi, kita masih lebih baik dibanding negara lain,” kata Arsjad usai melantik kepengurusan Kadin Jateng.

Menurut dia, di tengah harga pangan dan energi yang cukup tinggi, Indonesia masih mampu membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.

“Walaupun yang mengkhawatirkan inflasi sudah hampir 5 persen,” tambahnya.

Sementara untuk Jateng, lanjut dia, pertumbuhan ekonominya berada diatas rata-rata nasional.

Tantangan ekonomi global yang rapuh tersebut, kata dia, memberi tantangan bagi bangsa Indonesia.

Meski demikian, menurut dia, kata kunci dalam menghadapi kondisi perekonomian tersebut yakni membangun manusianya.

Ia menjelaskan bonus demografi yang dimiliki Indonesia jangan justru menjadi beban.

Bonus demografi, lanjutnya, menjadi upaya untuk memasok kebutuhan sumber daya manusia sesuai dengan permintaan pasar. (*)

Leave a Reply