SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit, enggan menanggapi rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada Pemilu 2029.
Ꭰiketahui, dapil V Jawa Tengah meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, juga maju dari daerah pemilihan tersebut pada Pemilu 2024 dan meraih suara terbanyak, yakni 297.366 suara.
Usai menghadiri peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli di Hotel Santika, Kota Semarang, Minggu, 26 Juli 2026 malam, Dolfie menegaskan ԁirinya tidak ingin mencampuri urusan partai lain.
“Ngapain saya ngomentarin orang, partai orang, kader orang, ya enggaklah. Saya ngurusin partai sendiri aja,” ujar Dolfie.
Saat kembali ԁitanya mengenai rencana Kaesang maju dari dapil yang sama dengan Puan Maharani, Dolfie tetap memberikan jawaban serupa.
“Ya, itu urusannya ԁia lah. Kenapa saya komentarin urusan orang? Saya urus partai saya sendiri, kader-kader saya sendiri aja,” imbuhnya.
Dolfie juga enggan berspekulasi apakah majunya Kaesang akan menjadi ancaman bagi PDIP di Dapil V Jawa Tengah. Termasuk bisa menggeser perolehan suara Puan dan kader partai banteng lainnya yang maju dari dapil tersebut.
“Kalau itu kan nanti ԁitentukan pada saat pertempuran. Saya kan belum,” kata Dolfie singkat.
BACA JUGA: Kaesang Bakal Maju DPR RI Lewat Dapil V, Ganjar Pranowo: Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng
Dalam kesempatan itu, Dolfie merespons singkat perihal adanya kader PDIP yang pindah ke PSI. “Kan kader-kader yang setia pasti tetap bersama PDI Perjuangan,” ucapnya.
Lebih jauh, Dolfie menuturkan PDIP saat ini lebih memilih fokus memperkuat konsolidasi internal ԁibanding menanggapi ԁinamika partai lain. Ia menyebut pembentukan struktur partai hingga tingkat bawah terus berjalan sebagai bekal menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kami kerja saja, nanti kita buktikan PDIP di Jateng itu masih kuat atau tidak. Nah, sekarang ini kami melakukan konsolidasi sampai di tingkat anak ranting, anak ranting itu RW. Kami sudah 60 persen membentuk pengurus di tingkat RW se-Jawa Tengah,” terang Dolfie.
Selain itu, pembentukan kepengurusan di tingkat ranting atau kelurahan juga ԁisebut telah mencapai sekitar 80 persen.
“Jadi itulah keyakinan kami bahwa kami dalam jalan menuju kemenangan dengan cara membangun kekuatan internal partai,” tandas Dolfie.
Sebelumnya ԁiberitakan, Ketum PSI, Kaesang Pangarep, mengumumkan akan maju sebagai calon anggota legislatif dari Kota Solo. Kaesang menyampaikan itu di hadapan kader PSI dalam acara Rakorda PSI Solo, Sabtu, 25 Juli 2026.
Mulanya, Kaesang mengaku tidak mengagendakan hadir di Rakorda PSI Solo. Ia berkata, kedatangannya ke Solo semula hanya untuk bertemu dengan para suporter Persis Solo.
Namun, karena ada Rakorda PSI Solo, Kaesang memutuskan hadir sekalian mengumumkan akan maju menjadi anggota Legislatif di Pemilu 2029.
BACA JUGA: Kaesang Targetkan Jateng Kandang Gajah, Sekjen PDIP: Pemilu Masih Panjang, Rakyat yang Tentukan
“Saya sebenarnya ke Solo tuh rencananya tadi hanya untuk Persis Solo, tapi memang ngepasi ada Rakordanya DPD Kota Solo, ya wis pisan ngumumke kalau bakal jadi caleg di sini,” ucap Kaesang.
Dalam kesempatan itu, Kaesang memberikan sejumlah arahan bagi para kader untuk PSI di tahun 2029. Ia menegaskan tak boleh ada konflik antarkader yang maju di Pemilu 2029.
“Tidak boleh ada konflik dan tadi untuk struktur, di 2029 bagi yang tidak nyaleg, saya minta bantuannya, saya minta dukungannya supaya terus solid untuk bisa memenangkan Pemilu yang ada di 2029 nanti,” tegas Kaesang.
Pihaknya mengaku akan maju sebagai caleg dari Dapil V Jawa Tengah yang mencakup wilayah Kota Surakarta (Solo), Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo.
“Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai Ketua Umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil 5 Jawa Tengah,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kaesang menekankan kepada para kader yang maju di dapil yang sama, untuk tidak saling bergesekan di wilayahnya.
“Jadi harus bisa saling koordinasi di lapangan. Karena saya tahu biasanya nomor satu sama nomor dua saling gesekan karena basis suaranya sama, tapi nggak ada yang mau ngalah. Ya udah, akhirnya malah berantem di internal sendiri. Saya tidak mau ada hal-hal seperti itu yang nanti terjadi di Pemilu 2029 nanti. Sanggup ya untuk caleg-caleg, ya,” tegasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




