Sementara itu, Nadya Arina yang memerankan Dina menilai film sekuel ini membawa tekanan tersendiri bagi seluruh pemain. Ekspektasi penonton terhadap kelanjutan KAFIR menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kualitas cerita dan akting yang matang.
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Film Horor Indonesia yang Tayang Januari 2026, Cerita Mistis Lokal Siap Mengguncang Bioskop
“Kita punya beban supaya film kedua ini bisa lebih bagus dari yang pertama. Tapi skenarionya solid, arahan Bang Kino jelas, dan chemistry kami sudah terbentuk, jadi prosesnya cukup lancar,” ungkap Nadya.
Dari sisi kreatif, sutradara Azhar Kinoi Lubis menyebut KAFIR: Gerbang Sukma hadir dengan eksplorasi horor yang lebih berani. Ia memperkuat unsur ritual, konflik keluarga, hingga visual yang lebih ekstrem untuk menciptakan teror yang intens.
“Di film ini saya mencoba menaikkan level horornya. Penonton saya ajak masuk ke konflik keluarga Sri, ketika ada dendam yang belum tuntas dan dibalas dengan cara yang tidak biasa, hingga membuka gerbang sukma,” jelas Azhar.
Film ini diproduseri Chand Parwez Servia dengan naskah yang ditulis oleh Upi bersama Dea April. Chand Parwez menyebut KAFIR: Gerbang Sukma menjadi pembuka langkah Starvision di bioskop sepanjang 2026.
“Kami berharap film ini bisa menghadirkan horor yang mencekam. Tetapi juga memiliki pesan kemanusiaan yang kuat tentang bagaimana dendam dan kedengkian dapat menghancurkan keluarga secara turun-temurun,” ujarnya.
Sebagai catatan, film pertama KAFIR: Bersekutu dengan Setan yang rilis pada 2018 berhasil meraih empat nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia.
Melalui KAFIR: Gerbang Sukma, Starvision kembali menegaskan posisinya. Dalam menghadirkan horor Indonesia yang tak hanya menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi psikologis penontonnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





