Gaya Hidup

KAFIR: Gerbang Sukma, Saat Dendam Lama Mengancam Keselamatan Keluarga

×

KAFIR: Gerbang Sukma, Saat Dendam Lama Mengancam Keselamatan Keluarga

Sebarkan artikel ini
KAFIR: Gerbang Sukma, Saat Dendam Lama Mengancam Keselamatan Keluarga
Meet and greet nonton bareng Film KAFIR: Gerbang Sukma di XXI DP Mall Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setelah delapan tahun berlalu sejak film pertamanya, Starvision kembali menghidupkan semesta horor KAFIR melalui film terbaru berjudul KAFIR: Gerbang Sukma.

Film ini resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026 dan membawa teror yang lebih gelap, emosional, serta sarat konflik batin keluarga.

KAFIR: Gerbang Sukma mengajak penonton kembali bertemu dengan Sri, karakter yang  Putri Ayudya perankan.

Delapan tahun setelah kematian tragis suaminya, Herman, akibat santet, Sri berusaha menjalani hidup tenang bersama kedua anaknya, Dina dan Andi, yang kini telah berkeluarga.

Namun ketenangan itu runtuh ketika Sri harus pulang ke rumah orang tuanya karena sang ibu jatuh sakit keras.

Kepulangan tersebut justru membuka kembali luka lama dan dosa masa lalu yang belum tuntas. Teror demi teror muncul, mengancam keselamatan seluruh anggota keluarga dan memaksa Sri menghadapi dendam yang selama ini terpendam.

Putri Ayudya mengungkapkan bahwa kembali memerankan Sri menjadi tantangan besar, terutama karena adanya lompatan waktu yang cukup panjang dalam cerita. Ia harus membangun kembali emosi dan trauma karakter yang telah berubah secara psikologis.

“Kesulitannya adalah membangun karakter Sri setelah delapan tahun. Membayangkan apa yang dia alami dengan trauma-traumanya, lalu bertemu lagi dengan anak-anak dan keluarga barunya. Itu yang paling menantang,” ujar Putri Ayudya usai menghadiri acara nonton bareng dan meet and greet film KAFIR: Gerbang Sukma di Semarang, Sabtu, 31 Januari 2026.

Rangga Azof yang kembali memerankan Andi juga merasakan tantangan serupa. Ia menilai perubahan usia dan peran hidup karakternya harus terasa kuat di layar.

“Delapan tahun itu mengubah Andi dari anak kuliahan menjadi orang dewasa dan kepala keluarga. Hubungannya dengan semua anggota keluarga juga pasti berubah, dan itu harus terasa,” kata Rangga.