Karaoke Cumpleng Indah Blora Akhirnya Ditutup Paksa

Karaoke Cumpleng Indah Blora Akhirnya Ditutup Paksa

BLORA, 7/10 (BeritaJateng.tv) – Tempat hiburan malam Cumpleng Indah (CI) akhirnya ditutup paksa, usai petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memberi surat peringatan tertulis ke 3 pada Senin (3/10/2022) lalu.

Welly Sujatmiko Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda (Gakda) Satpol PP Blora mengatakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tertuang dalam Permendagri no. 54 Tahun 2011 pihaknya telah melakukan peringatan tertulis 3 kali berturut-turut terhadap pengusaha karaoke di komplek cumpleng indah, desa/Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Akhirnya hari ini Kamis (6/10/2022) Satpol-PP bersama TNI Polri dan Sub Denpom Blora, menutup paksa komplek cumpleng indah tersebut.

Protes emak emak yang menginginkan karaoke di cumpleng indah ini ditutup, lantaran meresahkan warga dan membuat para suami tidak krasan dirumah, akhirnya terkabul juga.

Tampak petugas dari Satpol PP memasang Plang penutupan komplek CI di beberapa titik dikomplek tersebut. Bahkan pintu room karaoke disegel mengunakan polis line atau garis pembatas dan isolasi.

“Kita akan menutup semuanya. Ada 20 usaha karaoke ditempat ini, baik yang tidak berizin, atau sudah ditutup semuanya, ” tegas Welly Sujatmiko, Kamis (6/10/2022).

Dikatakan Welly, tugasnya hanya menutup sesuai Perda nomor 5 Tahun 2017 tentang Pariwisata, karaoke ilegal ditutup.

“Masalah nanti kedepannya bagaimana, itu bukan ranah kami, kami hanya bertugas sesuai Perda. Masalah izin dan sebagainya itu bukan ranah kami, ” jelas Welly.

Dalam penutupan itu, ada salah satu karaoke yang mengaku sudah memiliki izin usaha. Karena sudah merasa memiliki izin usaha ia akan tetap buka meskipun petugas mengatakan harus tutup semuanya.

“Kalau disini tidak ditutup, karena sudah berizin. Ada 20 karaoke satu yang sudah berijin yakni izin karaoke, resto dan Hotel,” kata Bagus Kurniawan, pengelola karaoke.

Menurutnya, ditutupnya karaoke disini lantaran banyak LC nya kalau keluar itu pakainya, tidak sopan. Sehingga warga disini tidak suka.

Yessi, pemilik karaoke yang belum berizin ini sedikit protes ke petugas. Kalau semua ditutup kok yang satu itu tidak ditutup.

“Saya kan penasaran ingin melihat izinnya. Kalau memang sudah berizin saya akan meniru gitu, ” kata Yessi.

Yessi yang sudah usaha sejak empat tahun lalu merasa sedih, tidak bisa berbuat apa apa dengan ditutupnya usahanya. (Her/El)

Leave a Reply