Jateng

Kawasan Industri Masih Jadi Magnet, Kendal Catat Permintaan Rumah Subsidi Tertinggi di Jateng

×

Kawasan Industri Masih Jadi Magnet, Kendal Catat Permintaan Rumah Subsidi Tertinggi di Jateng

Sebarkan artikel ini
himperra
Ketua Himperra Jateng Sugiyatno saat ditemui di kantornya. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kabupaten Kendal masih menjadi wilayah dengan permintaan rumah subsidi tertinggi di Jawa Tengah sepanjang 2026. Tingginya kebutuhan hunian didorong oleh pesatnya perkembangan kawasan industri yang menyerap ribuan tenaga kerja setiap tahun.

Ketua Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Tengah, Sugiyatno, mengatakan serapan rumah subsidi paling besar masih berada di Kabupaten Kendal, terutama di Kecamatan Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan yang menjadi kawasan penyangga industri.

“Serapan paling banyak masih di Kendal, terutama di Kecamatan Kaliwungu Selatan dan Kaliwungu,” kata Sugiyatno saat beritajateng.tv temui di kantornya belum lama ini.

Selain Kendal, daerah dengan permintaan rumah subsidi yang terus meningkat adalah kawasan Solo Raya, serta Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, daerah-daerah tersebut memiliki karakteristik yang sama, yakni berkembang sebagai kawasan industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Selain Kendal, sekarang Solo Raya cukup bagus. Kemudian Kabupaten Pekalongan juga permintaannya tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA: Rumah Subsidi Terancam Makin Mahal, Himperra Jateng: Harga Material Bangunan Naik 20 Persen

Sugiyatno menjelaskan, mayoritas pembeli rumah subsidi merupakan pekerja yang beraktivitas di kawasan industri. Pertumbuhan investasi dan berdirinya pabrik-pabrik baru membuat kebutuhan hunian terjangkau terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Yang jelas karena kawasan industri. Kebanyakan konsumennya adalah teman-teman yang bekerja di kawasan industri,” jelasnya.

Ia mencontohkan perkembangan kawasan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal maupun Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang mulai beroperasi penuh. Seiring bertambahnya jumlah perusahaan dan tenaga kerja, permintaan rumah subsidi di wilayah sekitar ikut mengalami peningkatan signifikan.

“Kalau melihat perkembangan pabrik di KEK maupun kawasan Batang, setelah mereka berproduksi, karyawannya pasti akan mencari rumah. Jadi peningkatannya cukup signifikan setiap tahun,” katanya.

Sementara itu, secara keseluruhan realisasi pembangunan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Jawa Tengah hingga Juni 2026 telah mencapai 6.964 unit. Dari jumlah tersebut, kontribusi anggota Himperra Jateng mencapai 2.786 unit.