SEMARANG, beritajateng.tv – Kebakaran melanda area klitikan Pasar Waru, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Senin malam, 27 April 2026.
Insiden tersebut menghanguskan tiga kios dan satu gudang yang merupakan tempat untuk usaha servis elektronik dan jual beli onderdil.
Laporan awal, api muncul sekitar pukul 23.12 WIB. Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 00.12 WIB.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Dasilva, mengatakan kebakaran terjadi di area belakang klitikan Pasar Waru yang terkenal sebagai lokasi penjualan barang bekas dan onderdil.
“Yang terbakar ada tiga kios dan satu gudang, sebagian besar jadi servis elektronik seperti mesin cuci dan kipas angin,” ujar Amoy, sapaan akrabnya.
BACA JUGA: Meski Pelaku Minta Maaf, Damkar Semarang Tetap Lanjutkan Proses Hukum Laporan Fiktif
Ia menyebut, saat tiba di lokasi, area kebakaran sudah terpasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penentuan penyebab kebakaran kepada aparat kepolisian.
“Lokasi sudah di police line, jadi kami menunggu hasil investigasi dari kepolisian terkait penyebab pastinya,” katanya.
Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta. Di lokasi juga pihaknya menemukan sejumlah barang seperti tabung gas, sepeda, dan motor listrik yang turut terdampak.

Berdasarkan keterangan awal dari pemilik kios, listrik di area tersebut sudah mati sebelum mereka meninggalkan lokasi. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan resmi.
Amoy menambahkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti kejadian ini dengan perbaikan fasilitas agar para pedagang bisa kembali beraktivitas.
“Kami akan laporkan untuk segera dilakukan perbaikan. Harapannya para pedagang bisa kembali berjualan secepatnya,” jelasnya.
Untuk sementara, proses pembersihan belum dapat dilakukan karena lokasi masih dalam status penyelidikan. Pemerintah juga membuka opsi penyediaan lapak sementara bagi pedagang terdampak jika mereka membutuhkan.
“Kalau pedagang membutuhkan tempat sementara, kami siap memfasilitasi. Nanti akan kami carikan solusi agar mereka tetap bisa berjualan,” tambahnya. (*)





