SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino dan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Menurut Amran, sejumlah program telah disiapkan jauh sebelum dampak kekeringan meluas. Upaya tersebut meliputi pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, optimalisasi lahan (oplah), hingga penyediaan bibit.
“Kita sudah persiapkan jauh sebelumnya. Ada pompanisasi, ada irigasi, oplah, bibitan, kekeringan kita sudah siapkan,” kata Amran usai kegiatan di Universitas Diponegoro, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah menurunkan tim ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Langkah tersebut untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi.
“Tim saya sudah berada di sini. Itu pompanisasi air pump, kemudian memperbaiki irigasi. Tim saya sudah turun,” ujarnya.
30 Ribu Hektare Lahan Terdampak Kekeringan
Amran mengungkapkan, berdasarkan data terakhir, luasan lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Indonesia mencapai sekitar 30.000 hektare.
“Kekeringan seluruh Indonesia itu total terakhir data itu 30.000 hektare,” ungkapnya.
Meski terdapat lahan yang terdampak, Amran menyebut persentasenya relatif kecil sekitar 0,001-0,003 persen daripada dengan total lahan pertanian secara nasional.
BACA JUGA: Paripurna DPRD Blora Jadi Momen Perpisahan Sekda Komang, Bupati Bahas DBH hingga Kekeringan
Terkait dampak El Nino terhadap ketersediaan beras, Amran memastikan stok pangan nasional masih dalam kondisi aman.
Ia menyebut persediaan beras dapat bertahan hingga memasuki masa panen pada Maret tahun berikutnya.
“Stok kita itu bertahan sampai panen Maret tahun akan datang,” katanya.
Amran juga memastikan kondisi komoditas jagung tidak perlu dikhawatirkan. Pemerintah optimistis pasokan jagung dan beras tetap aman meski menghadapi ancaman kekeringan.
“Insyaallah semua jagung, beras aman,” tegas Amran.
Sementara itu di Jawa Tengah, Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah fokus menangani kekeringan selama musim kemarau.





