HeadlinePendidikan

Kekurangan Siswa Meski PPDB Online Telah Usai, Sejumlah SD Terpaksa Buka Pendaftaran Offline

×

Kekurangan Siswa Meski PPDB Online Telah Usai, Sejumlah SD Terpaksa Buka Pendaftaran Offline

Sebarkan artikel ini
SD Karangkidul Semarang
Ruang kelas SD Negeri Karangkidul Semarang yang akan digunakan untuk siswa baru dipotret Senin 26 Juni 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang kesulitan mendapatkan siswa baru pada tahun ajaran 2023/2024.  Sejumlah SD kekurangan siswa. Sekolah tersebut tak mendapatkan siswa atau hanya mendapat sedikit siswa meski Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD Kota Semarang tahun 2023 telah selesai.

Pantauan di lapangan, ada sejumlah SD kekurangan siswa. Bahkan, ada beberapa SD yang hanya mendapatkan peserta didik baru kurang dari 10 siswa. Seperti yang terjadi pada SD Negeri Petompon 03.

Ketua PPDB SD Negeri Petompon 03, Siti Nurjanah mengatakan, SD kekurangan siswa karena hanya mendapatkan 7 siswa baru selama periode PPDB online. Padahal, SD Negeri Petompon 03 membuka satu rombongan belajar (rombel) dengan kuota sebanyak 28 siswa.

BACA JUGA: 99 SD di Kabupaten Semarang Tak Dapat Siswa Baru, Guru Door to Door cari Murid

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, SD Negeri Petompon 03 kemudian membuka pendaftaran secara offline demi bisa memenuhi kuota yang masih tersedia.

“Kami kuotanya 28 siswa, yang diterima waktu PPDB online ada 7 siswa. Setelah membuka pendaftaran offline, siswa yang terkumpul saat ini mencapai 15 siswa,” Kata Siti Nurjanah kepada beritajateng.tv, Senin 26 Juni 2023.

Siti menjelaskan, alasan sekolahnya belum memenuhi kuota siswa baru adalah karena dalam satu wilayah zonasi terdapat lebih dari satu SD.

SD Negeri Petompon 03 sendiri harus bersaing dengan 2 SD Negeri lainnya yang secara lokasi lebih strategis.

“Kadang permasalahannya tidak sesederhana itu. Ada SD Negeri Petompon 01, SD Negeri Petompon 02, mereka lokasinya lebih strategis, otomatis orang tua memilih SD lain yang dekat dengan jalan raya. Kalau sini kan lokasinya agak masuk, akhirnya menjadi prioritas ketiga,” lanjutnya.

SD kekurangan siswa karena dikelilingi sekolah lain

Selain itu, Siti mengakui bahwa faktor masyarakat sekitar menjadi salah satu alasan mengapa sampai hari ini sekolahnya belum memenuhi kuota siswa baru. Meski begitu, ia tetap optimis mampu menyelenggarakan pembelajaran secara optimal.

“Kami ada pada lingkungan orang tua usia pensiun, anak kecilnya sedikit. Selain itu satu kelurahan dijepit beberapa sekolah dasar. Kita optimis tetap ada murid, berapapun siswanya kita layani,” tegas Siti.

Hal yang sama juga terjadi di SD Negeri Karangkidul Semarang. Bahkan, nasib lebih mengenaskan dialami oleh SD Negeri Karangkidul yang hanya memperoleh 6 siswa baru.

“Jumlah pendaftar yang masuk hanya 6 siswa. Kita buka satu kelas dengan kuotanya 28,” kata Ketua PPDB SD Negeri Karangkidul Eko Subeno.

BACA JUGA: PPDB SD Kota Semarang, Calon Peserta Didik Daftar Sejak Dini Hari

Eko mengaku hal serupa juga terjadi pada tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran 2022/2023, SD Negeri Karangkidul hanya mendapat 10 siswa baru.

“Mungkin yang pertama karena zonasi, banyak SD Negeri di Semarang Tengah, kemudian yang kedua karena di sini banyak sekolah swasta,” lanjutnya.

Beberapa SD Swasta top seperti SD Islam Tunas Harapan, SD Islam Bilingual Annisa, hingga SD Hj Isriati Baiturrahman 1 memang mengepung SD Negeri Karangkidul. Tak heran tiap tahunnya SD Negeri Karangkidul terus mengalami penurunan siswa baru.

“Nanti kami masih buka pendaftaran offline sampai masuk tahun ajaran baru, masih tanggal 17 Juli. Semoga masih ada siswa baru yang masuk,” harapnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp