Hukum & Kriminal

Keluarga dr. Aulia Pertanyakan IDI Malah Dampingi Tersangka Kasus PPDS: Harusnya ke Korban

×

Keluarga dr. Aulia Pertanyakan IDI Malah Dampingi Tersangka Kasus PPDS: Harusnya ke Korban

Sebarkan artikel ini
Aulia Polda Aulia PPDS Tersangka | IDI Tersangka
Kuasa hukum keluarga dr. Aulia Risma Lestari, Misyal Achmad, saat memberikan keterangan lanjutan di Polda Jateng, Kamis, 5 September 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Keluarga almarhum dr. Aulia Risma Lestari melalui kuasa hukum, Misyal Achmad, mendesak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah agar segera mengambil tindakan tegas terhadap tiga tersangka kasus perundungan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip).

Mereka menuntut para tersangka nonaktif dari keanggotaan IDI untuk mendukung proses hukum berjalan lancar.

Misyal menegaskan, tindakan IDI yang memberikan pendampingan hukum kepada para tersangka tidak sesuai dengan harapan keluarga korban.

“IDI seharusnya melindungi korban, bukan mendampingi tersangka. Di mana IDI saat keluarga almarhumah membutuhkan bantuan hukum?” ujar Misyal, Kamis, 26 Desember 2024.

BACA JUGA: Undip Siap Bela Tiga Tersangka PPDS: Mereka Tidak Salah

Menurut Misyal, tindakan IDI Jawa Tengah melindungi tersangka memunculkan kecurigaan. Ia mempertanyakan mengapa IDI terkesan lebih berpihak kepada pelaku alih-alih mendukung keadilan untuk korban.

“Ini kan konspirasi besar IDI, ada apa kok mereka melindungi pelaku sekali. Harusnya kan mereka melindungi korban,” katanya.

Misyal juga berharap agar Polda Jawa Tengah segera menahan ketiga tersangka untuk menghindari potensi hilangnya bukti atau penghambatan proses hukum.

“Nonaktifkan mereka agar fokus menjalani proses hukum. Jika terbukti bersalah, keanggotaan mereka wajib dicabut,” lanjutnya.

Respons IDI Jateng

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Jawa Tengah, Telogo Wismo, menjelaskan bahwa pendampingan diberikan karena ada laporan dari para tersangka.

“Kami hanya bergerak berdasarkan laporan. Jika tidak ada laporan, kami tidak tahu masalah tersebut,” ungkap Misyal.

Telogo juga menegaskan bahwa pencopotan keanggotaan dokter membutuhkan kajian mendalam.

“Keputusan itu tidak bisa langsung berlaku. Harus ada dasar pelanggaran yang jelas,” imbuhnya.

BACA JUGA: IDI Jateng Bakal Beri Pendampingan Hukum untuk Para Tersangka Kasus Perundungan PPDS Undip

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, menjelaskan bahwa hingga kini belum menahan ketiga tersangka karena bersikap kooperatif.

“Penyidik masih mempertimbangkan, sebab tersangka kooperatif dalam proses penyidikan,” jelas Artanto.