“Dulu insentif masih jelas, sekarang seperti prank. Target sudah dikejar, tapi kalau lewat satu menit saja, bonus hangus,” tambah Thomas.
Thomas menjelaskan, sistem Grab Akses Hemat membuat pendapatan driver tertekan. Jika tidak ikut program itu, orderan akan lebih sedikit.
“Kalau di Semarang, misalnya di Undip atau Unnes, Grab Akses Hemat sehari bisa 20 orderan lebih. Kalau enggak ikut, orderan lari ke driver lain,” pungkas Thomas. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





