“Orang belanja kebutuhan rumah tangga itu nggak mau masuk, alasannya mungkin capek naik-turun tangga. Sekarang orang milih belanja di tukang sayur keliling yang di depan rumah mereka itu walau selisih Rp1 ribu – Rp2 ribu,” keluhnya.
Parwoto berharap Pemerintah Kota Semarang dapat memberikan perhatian lebih kepada para pedagang di pasar tradisional khususnya Pasar Wonodri agar kembali ramai pembeli setelah relokasi ke gedung baru. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





