“Rivana orang yang baik banget buat teman-teman. Kami sangat support, selalu membantu,” ujar Nabila.
Bagi Nabila dan rekan-rekan satu kamarnya, Porprov bukan hanya tentang pertandingan dan perolehan medali. Mereka juga menjalani perjuangan bersama, saling menyemangati, dan berharap bisa berdiri di podium sebagai atlet yang membawa pulang prestasi untuk Kota Semarang.
Kepergian Rivana membuat harapan yang mereka bangun bersama terasa berbeda. Namun, Nabila bertekad tetap melanjutkan pertandingan semifinal yang harus ԁijalaninya, sekaligus menjadikan perjuangan sahabatnya sebagai penyemangat.
“Saya akan menyelesaikan semifinal untuk Rivana juga,” katanya dengan berkaca-kaca.
Mimpi Naik Podium Bersama yang Tak Terlupakan
Di antara kenangan yang membekas bagi Nabila adalah ucapan Rivana tentang keinginan mereka untuk terus berjuang hingga babak final dan berdiri bersama di podium.
Rivana ԁisebut kerap mengingatkan teman-temannya agar tidak menyerah sebelum menyelesaikan perjuangan di arena pertandingan. Ia ingin mereka terus melangkah hingga mencapai target yang telah ԁirencanakan bersama.
“Dia selalu bilang kalau aku harus bisa, kita harus bisa selesai sampai final, kita harus terus berjuang,” tutur Nabila mengenang perkataan sahabatnya sambil menahan tangis.
Rivana bahkan sempat menyampaikan keinginannya untuk datang ke Porprov dan naik podium bersama teman-temannya. Bagi Nabila, harapan itu menjadi kenangan yang sulit ԁilupakan setelah sahabatnya meninggal dunia.
“Kita berjuang bareng untuk bisa dapat medali emas,” ujarnya.
Cedera Saat Bertanding Melawan Kabupaten Batang
Rivana mengalami cedera ketika bertanding melawan atlet Kabupaten Batang dalam pertandingan pencak silat Porprov Jateng 2026, Senin, 26 Oktober 2026. Saat pertandingan berlangsung, jari tengahnya terkena tendangan hingga mengalami luka dan perdarahan.





