Jateng

Kesbangpol Jateng Soroti Orang Zikir di Candi Prambanan: Harus Hormati Ruang Ibadah Umat Lain

×

Kesbangpol Jateng Soroti Orang Zikir di Candi Prambanan: Harus Hormati Ruang Ibadah Umat Lain

Sebarkan artikel ini
Berzikir Zikir Candi Prambanan
Sejumlah orang tampak berzikir di dekat Candi Prambanan. (Foto: X/@neVerAl0nely___)

BACA JUGA: Intip Daya Tarik Wisata Candi Prambanan, Tempat Bersejarah dengan Bangunan yang Megah

Ia juga menyinggung aspek ketertiban umum dalam penggunaan ruang publik, terutama di kawasan cagar budaya.

“Setiap bentuk kegiatan keagamaan, sosial, maupun budaya di ruang publik, terlebih di kawasan cagar budaya, harus memperhatikan aspek perizinan, fungsi tempat, serta sensitivitas nilai yang melekat pada lokasi tersebut,” jelas Pradhana.

Menurutnya, hal itu penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kegaduhan sosial.

“Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, kegaduhan sosial, atau rasa tidak nyaman bagi kelompok masyarakat lainnya,” lanjutnya.

Imbau Warga Tak Terprovokasi, Kesbangpol Dorong Dialog dan Literasi Kebangsaan

Lebih lanjut, Pradhana mengimbau masyarakat tidak menyikapi peristiwa tersebut secara emosional atau provokatif, khususnya di ruang digital. Ia menekankan pentingnya penggunaan ruang digital secara bijak.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyikapi peristiwa ini secara emosional atau provokatif. Serta menghindari narasi yang dapat memperkeruh dan merusak semangat persaudaraan. Ruang digital harus gunakan secara bijak, dengan mengedepankan klarifikasi, dialog, dan saling pengertian,” ujarnya.

Pradhana menyebut peristiwa ini menjadi pengingat perlunya peningkatan literasi kebangsaan dan pemahaman batas antara kebebasan beragama dan kewajiban menghormati ruang keagamaan pihak lain.

Ia memastikan Pemprov Jawa Tengah melalui Kesbangpol berkomitmen menjaga stabilitas dan kerukunan.

BACA JUGA: Pemerintah Target 12 Juta Wisatawan ke Jateng saat Libur Nataru, Borobudur dan Guci Tegal Primadona

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Kesbangpol berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas politik, ketenteraman sosial, dan kerukunan antarumat beragama,” kata Pradhana.

Di akhir pernyataannya, Pradhana kembali menegaskan prinsip toleransi yang disertai sikap saling menghormati.

“Jawa Tengah adalah rumah bersama bagi semua umat beragama. Prinsip toleransi selalu kami junjung tinggi. Namun di sisi lain, kita juga harus menghormati fungsi dan nilai suatu tempat,” ujarnya.

“Toleransi bukan berarti mengabaikan batas. Justru toleransi sejati lahir dari sikap saling menghormati, memahami, dan menempatkan diri secara bijak,” pungkas Pradhana.