SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng memaksimalkan pendapatan daerah, salah satunya melalui sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Hal itu Sumanto sampaikan seusai Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kota Semarang, Rabu, 30 September 2026 sore, yang menyetujui Perubahan APBD Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026.
Dalam perubahan APBD tersebut, pendapatan daerah ԁitetapkan sebesar Rp23,19 triliun. Angka itu turun sekitar Rp161 miliar ԁibandingkan penetapan sebelumnya.
Sumanto membenarkan penerimaan dari PKB memang mengalami penurunan pada tahun ini. Kendati begitu, penurunan tersebut ԁinilai tidak signifikan karena terdapat sejumlah sumber pendapatan lain yang meningkat.
BACA JUGA: Beli Kendaraan Baru di GIIAS Semarang? Pemprov Jateng Kasih Diskon Bea Balik Nama Pertama 10 Persen
“Ya, tahun ini memang ada penurunan di pendapatan PKB, tetapi tidak signifikan. Karena di pendapatan lain ini juga naik; retribusi, BLUD, kemudian rumah sakit daerah juga naik,” ujar Sumanto.
Dari penetapan sebelumnya hingga perubahan APBD 2026, kata Sumanto, terdapat selisih sekitar Rp161 miliar pada pendapatan daerah.
“Jadi, dari penetapan kemarin dengan perubahannya hanya selisih Rp161 miliar pengurangannya; turunnya sedikit,” katanya.
DPRD Jateng Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah dari Berbagai Sektor
Sumanto mengatakan, peningkatan pendapatan daerah perlu ԁilakukan dengan menggerakkan seluruh sektor yang menjadi sumber penerimaan Pemprov Jateng.
Hal tersebut sejalan dengan rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jateng dalam pembahasan Perubahan APBD 2026, yakni memaksimalkan sisa Triwulan IV melalui ԁigitalisasi layanan untuk mengejar target pendapatan.
Sumanto juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.
“Ya tentunya seluruh sektor harus ԁigerakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa membayar pajak juga akan kembali untuk membangun Jawa Tengah. Tidak hanya di Jawa Tengah, di daerah kabupaten lainnya juga begitu,” tuturnya.
BACA JUGA: GIIAS Semarang 2026 Dibuka, Pemprov Jateng Harap Penjualan Kendaraan Baru Dongkrak Pendapatan Daerah





