KARANGANYAR, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto mengajak anak muda ikut andil dalam melestarikan seni budaya bangsa. Salah satu caranya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan budaya Indonesia.
Menurut Sumanto, di era serba modern ini, seni tradisi yang menjadi identitas bangsa Indonesia tak boleh mati.
“Teknologi digital mempermudah para anak muda untuk bisa saling bertukar informasi tentang kebudayaan yang dimiliki. Cara ini efektif dan mudah dilakukan,” ujarnya, belum lama ini.
Politisi asal Karanganyar itu menjelaskan, anak-anak muda dapat berbagi cerita tentang keunikan yang hanya ada di daerah tempat tinggalnya. Mereka juga bisa menonjolkan tradisi-tradisi yang hanya di lakukan pada hari tertentu. Kemudian mereka menceritakannya agar teman-teman yang berbeda pulau, bahkan berbeda negara, dapat mengetahui keberagaman budaya yang ada di Indonesia.
“Bisa juga menawarkan produk yang hanya terdapat di daerah tempat tinggal ke seluruh masyarakat dunia. Ini cara yang efektif untuk memperkenalkan budaya yang mungkin asing bagi sebagian orang,” kata penggemar wayang kulit ini.
BACA JUGA: Hadiri Jateng Bersholawat, Sumanto Dorong ASN Beri Pelayanan Optimal ke Masyarakat
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar ini mengatakan, pada era digital, informasi dapat tersebar dengan mudah dan cepat menggunakan teknologi. Selain dapat memberikan informasi tentang kebudayaan yang dimiliki, hal ini juga dapat menambah penghasilan, dan mungkin juga dapat memperbaiki taraf hidup warga setempat.
Lebih lanjut Sumanto mengatakan, generasi muda bisa menjalankan sejumlah peran untuk mempertahankan seni budaya. Yaitu lebih mengenal seni budaya, mencegah agar tak terakui negara lain, melahirkan kesadaran melestarikan, hingga memiliki rasa bangga akan budaya Indonesia.
Menurut Sumanto, kesenian tradisional tak hanya sebagai tontonan atau hiburan, namun juga berisi tuntunan bagi masyarakat.
Ia mencontohkan wayang kulit yang merupakan kesenian yang sudah mengakar lama karena mempunyai nilai filosofi kuat. Selain itu, perkembangan teknologi yang cepat dan pengaruh budaya asing tak menjadi penghalang para seniman seperti dalang, sinden, hingga penabuh gamelan untuk berkarya.
BACA JUGA: Sumanto Dorong Berternak Jadi Penghasilan Pokok, Syaratnya Harus Menguntungkan
Banyak nilai-nilai dan norma masyarakat yang dapat di ambil dari kisah pewayangan. Ia mencontohkan kisah Mahabharata yang menceritakan bagaimana perjuangan Pandawa mendirikan kerajaan yang makmur. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat dan derasnya pengaruh budaya asing seharusnya tak menghalangi seniman tradisional untuk terus berkarya.
“Para dalang yang terus berkarya ini justru bisa menjadi tameng agar nilai-nilai budaya adiluhung masyarakat bisa tetap terjaga. Jangan sampai suatu saat pertunjukan wayang kulit malah orang asing pentaskan dan masyarakat lokal hanya jadi penonton saja,” ungkapnya. (*)
Editor: Farah Nazila





