Politik

Ketua Timses Andika-Hendi Satu-satunya Putra KH. Wahid Hasyim yang Masih Hidup, Bambang Pacul: Dukung Karena Nurani

×

Ketua Timses Andika-Hendi Satu-satunya Putra KH. Wahid Hasyim yang Masih Hidup, Bambang Pacul: Dukung Karena Nurani

Sebarkan artikel ini
Umar Wahid Andika Jawa Tengah
Adik Gus Dur sekaligus Ketua Tim Kampanye Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, Umar Wahid, saat beritajateng.tv jumpai di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah alias Panti Marhaen, Kamis, 10 Oktober 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah, Bambang “Pacul” Wuryanto merespons kehadiran Ketua Tim Pemenangan Andika Perkasa–Hendrar Prihadi sekaligus adik kandung Gus Dur, Umar Wahid, pada Debat Pilgub Jateng kedua yang berlangsung di MAC Ballroom, Kota Semarang, Minggu, 10 November 2024 malam.

Menurut keterangannya, Umar Wahid datang bersama dengan seluruh keluarganya.

BACA JUGA: Taj Yasin Sebut RPH Semarang Belum Bersertifikat Halal, Hendi: Itu di Jawa Tengah Juga, Gus, Kenapa Dulu Dibiarkan Saja?

“Iya, Pak Umar Wahid beserta seluruh keluarga datang untuk menujukkan dukungannya kepada Pak Andika, kan gitu,” ujar Bambang Pacul saat dijumpai di sela-sela debat.

Bambang Pacul menegaskan, Umar Wahid merupakan satu-satunya putra kandung KH. Wahid Hasyim yang masih hidup hingga saat ini.

Sebut Umar Wahid dukung Andika karena nurani

Pihaknya menyebut, di usia yang senja, Umar Wahid berkenan untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan dan berkeliling untuk memenangkan Andika-Hendi.

Dalam hematnya, dukungan Umar Wahid kepada Andika-Hendi tak sekadar pertimbangan politik semata.

“Pak Umar Wahid ini tinggal satu-satunya putra kandung dari Kiai Wahid Hasyim, [dan] kakaknya Gus Dur to? Beliau adalah kiai yang sudah sangat sepuh kerso rawuh (berkenan datang). Berarti ada hal yang dia inginkan; itu pasti karena nurani, bukan karena pertimbangan politik,” ucap Pacul.

BACA JUGA: Hendi Sentil Banyak Tambang Galian C di Jateng Tak Berizin di Masa Gus Yasin: Hampir 5 Tahun Gak Ada Upaya Menertibkan

Wakil Ketua MPR RI itu menilai, Umar Wahid sudah tak membutuhkan hal-hal yang sifatnya timbal balik politis.

Sebab, kata Bambang Pacul, Umar Wahid sudah masuk dalam fase kehidupan “kasampurnan” dalam budaya Jawa.

“Di dalam kami orang Jawa adalah orang yang masuk dalam kasepuhan, sudah masuk dalam ilmu kasampurnan. Jadi beliau hadir tentu dalam rangka menguatkan, mendukung Pak Andika. Itu dalam rangka menguatkan dari segi spiritual, kita hormati beliau,” tegas dia.