SEMARANG, beritajateng.tv – Tanpa kita sadari bulan suci Ramadan akan berada di penghujung jalan yakni sudah malam ke-22 untuk melaksanakan sholat tarawih.
Melaksanakan sholat tersebut tentu ada keutamaan tersendiri setiap malamnya sehingga banyak yang tidak ingin melewatkan satu rakaat pun.
Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan informasi seputar keutamaan sholat tarawih di malam ke-22 bulak suci Ramadan.
BACA JUGA: Ramadan Bahagia, Hotel Ciputra Semarang Bagikan 200 Paket Sembako ke Marbot hingga Penyapu Jalan
Keutamaan Sholat Tarawih Malam Ke-22 Ramadan
Salat tarawih merupakan ibadah sunah yang waktu pengerjaannya hanya ada pada bulan Ramadan.
Secara bahasa, kata tarawih berasal dari bahasa Arab, yaitu bentuk jamak dari تَرْوِيْحَةٌ, yang berarti “waktu sejenak untuk beristirahat.”
Dalam sebuah buku Fikih Ringkas Sholat Tarawih karya Sofyan Chalid bin Idham Rurayc (2020), salah satu keutamaan bagi umat Islam yang menunaikan salat tarawih adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis.
“Barang siapa salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)
Salah satu keutamaan sholat tarawih malam ke-22 Ramadan yakni selamatnya dari kesusahan pada hari kiamat.
Hari kiamat memang masih menjadi misteri, semua manusia akan mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan selama masih hidup.
Di hari kiamat tersebut, banyaknya amalan kebaikan atau keburukan akan menjadi penentu nasib seseorang.
Maka dari itu, perlu sekali melaksanakan ibadah tarawih di bulan Ramadan khususnya malam ke-22 nanti untuk mendapatkan pahala tersebut.
Sebuah pahala yang akan membantu kita menghindari rasa kecemasan ketika tiba waktunya hari kiamat.
BACA JUGA: Hidupkan Ramadan, Masjid Al-Muhajirin Semarang Gelar Lapak Ngabuburit UMKM-Fasilitas Itikaf Musafir
Adapun pelaksanaan sholat tarawih ini tidak jauh beda dengan sholat sunnah lainnya yakni berawal dari niat, takbiratul ihram dan berakhir dengan salam.
Dalam pelaksanaan sholat tarawih, ada yang berpendapat bahwa alangkah baiknya menggunakan ayat-ayat pendek dalam Al-Qur’an supaya tidak memberatkan makmumnya.
Namun dalam hal ini kembali kepada kebiasaan imam dan makmum di daerah masing-masing. (*)





