Kesehatan

Kasus Suspek Campak Tembus 10 Ribu di Awal 2026, IDAI Ingatkan Imunisasi Anak Cegah KLB

×

Kasus Suspek Campak Tembus 10 Ribu di Awal 2026, IDAI Ingatkan Imunisasi Anak Cegah KLB

Sebarkan artikel ini
IDAI Campak | penyakit berat | vaksin campak
Ilustrasi vaksin campak. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Indonesia seiring meningkatnya jumlah kasus dalam beberapa tahun terakhir. Organisasi profesi dokter anak ini juga menyerukan percepatan imunisasi guna melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat berakibat fatal.

Berdasarkan data IDAI, sepanjang 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi dan 69 kematian. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian.

Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Secara global, Indonesia bahkan menempati peringkat kedua kasus campak tertinggi di dunia dengan 10.744 kasus, di bawah Yaman dan di atas India berdasarkan data WHO yang CDC rilis pada Februari 2026.

IDAI merekomendasikan sejumlah langkah strategis untuk menekan penyebaran campak. Salah satu fokus utama adalah mengejar imunisasi campak-rubella bagi anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun yang belum mendapatkan vaksin.

BACA JUGA: Indonesia Nomor 2 Kasus Campak Dunia, IDAI Ungkap Ancaman KLB di Berbagai Daerah

Saat ini cakupan imunisasi campak rubella dosis kedua (MR2) baru mencapai 82,3 persen pada 2024, masih jauh dari target nasional 95 persen yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, menjelaskan rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi gangguan layanan kesehatan saat pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 telah menyebabkan disrupsi layanan imunisasi rutin yang sangat signifikan. Banyak anak yang melewatkan jadwal imunisasinya, dan ini menciptakan kantong-kantong kerentanan di berbagai daerah,” katanya pada Selasa, 10 Maret 2026 malam.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa vaksin campak-rubella aman digunakan.