Peserta pria mengenakan beskap landung gaya Surakarta, sementara tamu perempuan memakai kebaya atau busana adat Samin.
Kirab juga meriah dengan paguyuban sedulur Sikep (Samin), Permadani, tarian klasik dari LPK Merpati Blora, serta cokekan gamelan Jawa.
Bupati: Momentum untuk Melestarikan Warisan Leluhur
Bupati Arief Rohman mengatakan Kirab Pusaka adalah agenda rutin menjelang Hari Jadi Kabupaten Blora.
“Kirab ini menjadi pengingat untuk melestarikan budaya leluhur dan momentum memanjatkan doa agar Blora selalu diberi keselamatan dan keberkahan,” ujarnya.
Bupati berharap di usia ke-276, Blora semakin rukun, kondusif, dan terus melaju dalam pembangunan sesuai tema Hari Jadi: Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur.
Usai prosesi, keris Kyai Bisma dan seluruh pusaka kembali disimpan di ruang penyimpanan pusaka Rumah Dinas Bupati. (*)
Editor: Farah Nazila





