Pendidikan

Kisah Achmad Rasyid, Dari Bongkar Pasang Mobil Mainan hingga Masuk Universitas Top Dunia

×

Kisah Achmad Rasyid, Dari Bongkar Pasang Mobil Mainan hingga Masuk Universitas Top Dunia

Sebarkan artikel ini
Achmad Rasyid
Achmad Rasyid Pranata, penerima Beasiswa Garuda di University of British Columbia. (Foto: Dok. Pribadi)

Menariknya, keputusan Rasyid untuk memilih kuliah di Kanada juga dipengaruhi oleh kondisi geopolitik. Awalnya ia mendaftar juga ke universitas di Amerika Serikat (AS). Namun, karena meningkatnya isu diskriminasi dan dukungan politik AS terhadap konflik di Timur Tengah, Rasyid bersama keluarganya memutuskan mencari alternatif negara yang lebih aman secara sosial dan inklusif.

BACA JUGA: Dari Ibu Kota Jateng ke San Diego, Begini Kisah Siswi SMAN 3 Semarang Lolos 8 Kampus Bergengsi Dunia

“Awalnya di AS, tapi karena ada isu itu akhirnya pilih Kanada. Saya lebih condong ke negaranya, jadi yang enggak jauh dari AS ya Kanada itu,” jelasnya.

Meski persyaratan prestasi Beasiswa Garuda tidak secara eksplisit mewajibkan pencapaian akademik nonformal, pengalaman membuktikan bahwa prestasi tetap menjadi pembeda.

Rasyid menyertakan sederet pencapaiannya seperti juara tiga nasional lomba kewirausahaan FIKSI (Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia), beberapa medali dalam kompetisi riset tingkat nasional dan Asia Tenggara, hingga makalah ilmiah yang ia tulis bersama tim.

Dukungan keluarga dan mimpi sejak kecil

Anak pertama dari pasangan pegawai bank ini memang sudah bercita-cita kuliah ke luar negeri sejak duduk di bangku SMP. Meskipun kedua orang tuanya bekerja, kebutuhan biaya pendidikan luar negeri membuatnya menargetkan beasiswa sejak awal.

“Orang tua mendukung penuh, tapi dari awal saya memang diminta untuk cari beasiswa. Apalagi ayah sebentar lagi pensiun,” jelasnya.

Rasyid akan memulai pendidikan di UBC dengan jurusan Applied Science (Engineering) pada awal September. Keputusan memilih jurusan teknik memang berdasarkan kegemarannya dari kecil.

BACA JUGA: Kisah Unik 5 Pasang Kembar Murid Baru SMAN 3 Semarang: Dari Cita-cita Sama hingga Kepribadian Beda

“Suka ngelihat mesin-mesin gitu suka kagum. Terus dulu suka ngotak-ngatik mainan mobil remote, saya copot-copotin terus saya rakit lagi sendiri. Akhirnya SMA ngambil fisika, matematika, terus kuliahnya teknik,” tuturnya.