SEMARANG, beritajateng.tv – Atlet wushu muda Kota Semarang, Devia Nalini Firdaus berhasil menyumbang tiga medali sekaligus untuk kontingen Indonesia pada ajang ’11th Asian Junior Wushu Championship 2023′ yang digelar di Macau-China, 17 hingga 20 Agustus 2023 kemarin. Ketiga medali tersebut terdiri dari satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
Meski merupakan ajang internasional pertama bagi Devia, tapi prestasi yang Devia raih tentu bukan karena keberuntungan semata. Kepada beritajateng.tv, Devia mengaku mengenal olahraga wushu sejak kelas 1 SD atau sekitar usia 7 tahun.
Perkenalan Devia akan wushu dimulai saat ia bersama sang ayah berkunjung ke Klenteng Tay Kak Shie, kawasan Gang Lombok. Kebetulan saat itu atlet binaan Sasana Wushu Garuda Emas sedang menggelar latihan rutin.
“Lagi banyak yang sedang latihan, Devia masih kecil disuruh ikut latihan ya latihan aja, lama-lama jadi suka dan akhirnya mengikuti wushu terus sampai sekarang,” ungkap Devia kepada beritajateng.tv, Jumat (1/09/ 2023).
Bukan tanpa alasan Devia dengan cepat jatuh cinta akan wushu. Sebab, sang ayah merupakan pemain barongsai dan sang kakek merupakan pelatih kungfu.
Anak terakhir dari lima bersaudara tersebut lantas mengikuti latihan wushu secara rutin. Hingga akhirnya pada usia 8 tahun, Devia berhasil mendapatkan juara pertamanya pada ajang Wugames Universitas Indonesia.
BACA JUGA:Bank Jateng Tour de Borobudur Kenalkan Potensi Jawa Tengah Lewat Sport Tourism
“Papa bangga banget, Devia kan anak terakhir apalagi perempuan tapi bisa jadi atlet wushu, bahkan bisa sampai ke Macau, bisa bawa medali emas,” lanjutnya.
Alasan Devia Nalini Firdaus Dapat Julukan ‘Ratu Pedang’
Pada Asian Junior Wushu Championship 2023 kemarin, medali emas berhasil Devia raih pada nomor Jianshu (pedang). Sementara nomor Qianshu (tombak) dan Chanquan (tangan kosong) Devia hanya mampu meraih perak dan perunggu.
Di antara banyak nomor wushu, Devia memang lebih ahli pada nomor pedang. Namun, perjuangannya untuk dapat menyatu dengan pedang tentu tidak mudah. Beberapa kali ia harus terluka akibat sabetan pedang yang ia pegang sendiri.
“Setiap hari harus memegang pedang. Sering kena badan, kena tangan, kena muka. Luka sering sekali di lengan, pernah juga sikut sampai robek, mata sebelah kanan kemarin juga kena pedang,” akunya.
Perjuangan Devia menahan luka akibat pedang akhirnya membuahkan hasil manis. Ia sering kali meraih prestasi nasional pada nomor pedang sejak masih di kelas junior C. Ia bahkan memiliki julukan sebagai ‘Ratu Pedang’.
Kini, Devia ingin mengikuti jejak idolanya yakni Edgar Xavier Marvelo. Edgar sendiri berhasil mendulang sejumlah prestasi di berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Terakhir, Edgar meraih satu emas dan satu perak pada SEA Games 2023 Kamboja.
“Mau banget, mau membela Kota Semarang, Jawa Tengah, bahkan Indonesia di kejuaraan-kejuaraan wushu internasional. Apalagi Edgar pernah dapat emas di SEA Games, pengen seperti dia,” pungkasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





