Viral

Kisah Hidup Viral Sopyah Gadis Indramayu Nyamar jadi Kuli, Tidur di Kuburan Selama 2 Tahun

×

Kisah Hidup Viral Sopyah Gadis Indramayu Nyamar jadi Kuli, Tidur di Kuburan Selama 2 Tahun

Sebarkan artikel ini
sopyah viral
Sopyah (kanan) dan adiknya, Samsul Ramadan saat menjadi bintang tamu dalam sesi podcas Close The Door. (Youtube/Deddy Corbuzier)

INDRAMAYU, beritajateng.tv – Sopyah, gadis asal Indramayu yang viral kini mengungkapkan kisah kehidupannya.

Menjadi bintang tamu bersama adiknya, Samsul Ramadan (15) di sesi podcast Deddy Corbuzier, ia mengungkapkan kisah hidupnya yang tak mudah.

Ditinggal ibunya yang meninggal karena sakit kanker, kini Sopyah dan adiknya tidur di tanah kuburan.

“Saya ga punya rumah, saya numpang di tanah kuburan,” ata Sopyah Supriatin, seperti beritajateng.tv kutip dari sesi podcast Close The Door, Selasa 4 Juni 2024.

Mendengar hal tersebut, Deddy Corbuzier tampak terkejut dan mencoba mengonfirmasi kembali “Kamu tidur di tanah kuburan?” Tanya Deddy kepada Sopyah.

BACA JUGA: Viral Rekaman CCTV Kasus Vina Cirebon usai 8 Tahun Hilang, Hotman Paris: Bukan Bukti

Sopyah pun menjelasan bahwa ia tidur di atas kuburan dengan hanya beralaskan tikar.

Tak sendiri, gadis berusia 23 tahun itu tidur di atas tanah kuburan bersama adiknya. “(Tidur) di atas makam, cuman pakai tikar,” katanya.

Dengan kehidupan yang tidak serba berada, Sopyah dan adiknya harus berjuang hidup tanpa orang tua. Adapun keduanya harus merelakan mimpi-mimpi mereka hingga terpaksa putus sekolah.

Sang ayah merantau ke luar kota untuk bekerja menjadi buruh serabutan, hasilnya belum mampu mencukupi kebutuhan kakak beradik tersebut.

Sopyah yang sejatinya adalah seorang perempuan, memutuskan rela berprofesi menjadi buruh kuli bangunan. Hal ini pula yang membuat penampilannya seperti laki-laki. Dia rela memotong pendek rambutnya hingga menyerupai anak lelaki agar bisa diterima bekerja sebagai kuli buruh.

BACA JUGA: Viral Biksu Thudong Saling Doa di Masjid Temanggung, Ketua MUI: Potensi Penistaan Agama

Upah Sopyah sebagai kuli bangunan pun ia terima perhari. Kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Ide menyamar menjadi laki-laki itu pun Sopyah lakukan sejak ia mengalami penolakan bekerja. “Pertama, waktu rambut masih panjang. Ditolak (bekerja sebagai kuli),” katanya.

Dari sana, ia kemudian memotong rambut panjangnya dan mulai bekerja sebagai kuli bangunan.

Sopyah mengaku tidak masalah ikut kerja kasar meskipun ia adalah seorang perempuan. Saat menjadi kuli bangunan, apa pun yang disuruh semua dilakukan, seperti mengangkut semen, mengaduk semen, dan lain sebagainya.

Perihal hubungannya dengan ayahnya yang ia ketahui tinggal di Jawa Tengah, masih Sopya lakukan meski jarang. Yakni dengan menghubungi nomor telepon teman ayahnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp