“Beda banget. Saya selalu salut sama teman-teman Indonesia yang belajar bahasa Jepang karena susah sekali. Hurufnya saja ada tiga jenis, belum lagi Kanji jumlahnya lebih dari 2.000. Kalau saya belajar bahasa Indonesia kan pakai alfabet, jadi masih lebih mudah,” tuturnya.
Bagi Hiroaki Kato, musik, bahasa, dan sastra menjadi jembatan yang mempererat hubungan Indonesia dan Jepang. Berawal dari sebuah ajakan kuliah, kini ia justru menjadi salah satu figur yang aktif memperkenalkan lagu-lagu Indonesia kepada masyarakat Jepang melalui karya-karya yang ia terjemahkan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





