SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa sangka perjalanan Hiroaki Kato mencintai Indonesia berawal dari sebuah novel karya Pramoedya Ananta Toer. Kini, penyanyi asal Jepang itu justru dikenal sebagai sosok yang menjembatani budaya Indonesia dan Jepang lewat musik, bahkan telah menetap di Indonesia selama 12 tahun.
Di sela penampilannya pada Infinifest 2026 di Tentrem Mall Semarang belum lama ini, Hiroaki membagikan kisah perjalanannya hingga memilih mendalami Sastra Indonesia dan menerjemahkan lagu-lagu Tanah Air ke dalam bahasa Jepang.
Hiroaki mengaku awalnya sama sekali tidak memiliki alasan besar mempelajari bahasa Indonesia. Saat masih kuliah di Tokyo, ia hanya mengikuti ajakan seorang teman untuk masuk ke kelas bahasa Indonesia.
BACA JUGA: Tampil di Infinifest Tentrem Mall Semarang, Hiroaki Kato Sebut Komunitas Pecinta Jepang Makin Solid
“Sebenarnya alasannya sederhana. Ada teman orang Jepang, cewek cantik, mengajak saya belajar bahasa Indonesia bareng. Saya ikut ajakan itu saja,” ujarnya sambil tertawa.
Namun, ketertarikan itu berkembang menjadi kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Salah satu karya yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.
“Kenapa akhirnya saya ambil Sastra Indonesia, karena saya ketemu karya Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia. Itu menjadi salah satu bahan skripsi saya juga,” katanya.
Hiroaki Kato Belajar di UGM, Kenal Letto dan Mulai Menerjemahkan Lagu Indonesia*
Kecintaannya terhadap Indonesia semakin kuat ketika mengikuti program pertukaran pelajar selama satu tahun di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 2007.
Di Kota Pelajar itu, Hiroaki berkenalan langsung dengan personel band Letto. Dari situlah muncul keinginan memperkenalkan lagu Indonesia kepada masyarakat Jepang.
Lagu pertama yang ia terjemahkan adalah “Ruang Rindu” gubahan Letto.
BACA JUGA: Quest Hotel Simpang Lima Hadirkan Street Food Jepang Lewat ’60 Seconds to Tokyo’





