“Namanya laki-laki megang [kemaluan] punya laki laki, walaupun kami pakai sarung tangan, tapi kalau megang kayak gitu kan risih juga. Tapi kita juga harus profesional, harus tetap melakukan penyelamatan,” ucapnya.
Kendati banyak pengalaman di luar nalar, Abdul tetap sepenuh hati menjadi seorang petugas damkar. Menurutnya, menjadi petugas damkar adalah panggilan hati.
Selain siap menangani musibah kebakaran yang tak terprediksi, Abdul juga harus siap menolong keluhan masyarakat, apa pun jenisnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





