SEMARANG, 7/3 (beritajateng.tv) – Abdullah Mudzakir atau biasa disapa Zakir (18) berhasil mendapatkan hadiah sebesar USD 5000 atau setara hampir Rp 75 juta dari perusahaan teknologi dunia, Google Inc. Hadiah tersebut didapat karena dia mampu menemukan celah rentan atau bug di sistem Google pada tahun 2021 silam.
Dalam dunia IT, orang yang mampu menemukan celah biasanya disebut bug hunter dan seringkali bekerja dalam bug bounty, sebuah sayembara yang dibuat oleh para perusahaan atau developer untuk memberikan apresiasi berupa uang kepada para hunter yang berhasil menemukan celah dalam sistemnya.
Zakir dapat disebut sebagai bug hunter karena aktivitasnya sehari-hari dalam mencari bug di sistem atau aplikasi. Zakir menekuni dunia bug bounty karena rasa pedulinya terhadap keamanan sistem dari sebuah website.
“Pasti karena peduli terhadap keamanan sistem, daripada perusahaannya ke-retas nanti perusahaan bisa rugi. Kita mencoba membantu perusahaan,” ucapnya saat ditemui beritajateng.tv di SMKN 8 Semarang, Selasa (7/3/2023).
Perjalanan zakir di dunia bug bounty tidaklah mudah. Zakir bahkan hampir dilaporkan ke polisi saat awal-awal mengenal dunia bug bounty. Hal tersebut terjadi ketika dirinya mencari celah kelemahan suatu website dalam negeri.
“Memang kan salah mencari bug di perusahaan yang tidak membuka bug bounty, itu masuknya illegal access. Ini juga pesen buat temen-temen bug hunter kalau cari bug mending di platform yang memang buka sayembara bug bounty,” tutup Zakir.
Sampai saat ini Zakir masih aktif menjadi bug hunter. Menurutnya, menjadi bug hunter memiliki kesusahan yang berbeda-beda tergantung tingkat keamanan masing-masing aplikasi. Paling cepat, dirinya pernah mendapatkan USD 1000 atau hampir Rp 15 juta hanya dalam waktu 5 menit.
Saat ini Zakir fokus untuk melancarkan aksinya di website-website luar negeri. Zakir berharap kecintaannya terhadap cyber security bisa menuntun dirinya untuk memiliki perusahaan sendiri yang bergerak di bidang IT dan cyber security. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





