SEMARANG, beritajateng.tv- Kegagalan Patrick Kluivert membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2025 membuat masa depan pelatih asal Belanda ini menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan.
Para penggemar dan pengurus PSSI menganggap performanya yang kurang maksimal sebagai salah satu faktor utama di balik kegagalan tersebut.
Seiring dengan tekanan yang meningkat, banyak pihak menilai bahwa sudah saatnya PSSI mulai mempertimbangkan opsi pelatih baru agar Skuad Garuda bisa lebih kompetitif di level internasional.
Pergantian pelatih bukan hanya soal mencari figur baru, tapi juga mencari sosok yang mampu membawa strategi segar, disiplin, dan pengalaman internasional yang mumpuni untuk mengangkat prestasi tim.
Para pengamat dan pengurus tim menilai beberapa nama pelatih potensial ini cocok untuk mengambil alih tongkat estafet:
BACA JUGA: Line Up Skuad Timnas Putri U17 di Kualifikasi Piala Asia 2026, Pemain Andalan Merumput
Erik Ten Hag: Sentuhan Belanda yang Masih Menarik
Salah satu kandidat utama adalah Erik Ten Hag. Bayer Leverkusen memecat pelatih asal Belanda ini pada 1 September 2025 setelah dua laga awal di Bundesliga, di mana Ten Hag hanya meraih satu imbang dan satu kekalahan.
Banyak pihak menilai Ten Hag, dengan pengalaman dan taktik modernnya, mampu membawa nuansa baru bagi Timnas Indonesia.
Mark van Bommel: Pengalaman Klub dan Timnas
Selain itu, nama Mark van Bommel juga masuk dalam pertimbangan. Mantan gelandang PSV Eindhoven dan Bayern Munich ini terakhir menangani Royal Antwerp di kasta tertinggi Belgia.
Selain pengalaman di klub, Van Bommel pernah menjadi bagian staf kepelatihan Timnas Australia di Piala Dunia 2018 bersama ayah mertuanya, Bert van Marwijk. Kombinasi pengalaman internasional dan klub membuatnya kandidat yang menarik.
Phillip Cocu: Legenda yang Berprestasi
Sementara itu, Phillip Cocu, mantan pemain Barcelona dan Vitesse Arnhem, juga layak dipertimbangkan. Sejak 2023, ia belum menangani tim manapun setelah berpisah dengan Vitesse.
Cocu pernah membawa PSV menjuarai Eredivisie pada musim 2014-2015, 2015-2016, dan 2017-2018. Rekam jejaknya menunjukkan bahwa ia mampu memimpin tim meraih kesuksesan jangka panjang.
Bernardo Tavares: Pilihan dari Kancah Liga 1
Jika PSSI ingin mendekatkan pelatih dengan karakter pemain lokal, Bernardo Tavares bisa menjadi opsi tepat. Pelatih asal Portugal ini baru saja meninggalkan PSM Makassar, klub yang ditanganinya sukses meraih gelar Liga 1 musim 2022-2023.
Tavares dikenal mampu membangun tim solid dan bermental juara, sehingga dianggap cocok membimbing Skuad Garuda ke level berikutnya.
BACA JUGA: Link Live Streaming Friendly Match Leg 2 antara Timnas U23 Vs India, Jangan Sampai Ketinggalan!
Shin Tae-yong: Kandidat yang Familiar
Selain nama-nama asing, Shin Tae-yong juga masih menjadi favorit publik. Mantan pelatih Timnas Indonesia ini dipecat pada 6 Januari 2025 dan digantikan Kluivert. Terakhir membesut Ulsan HD, Shin Tae-yong hanya meraih dua kemenangan dari 10 pertandingan.
Meski begitu, penggemar masih mendukung kembalinya ia ke Timnas karena memahami kultur sepakbola lokal dan mental pemain Garuda.
Keputusan Strategis PSSI
Dengan demikian, pergantian pelatih Timnas Indonesia akan menjadi keputusan strategis PSSI. Baik memilih pelatih asing berpengalaman maupun kembali mempercayakan figur familiar, tujuan utamanya tetap sama membawa Timnas Indonesia meraih prestasi lebih tinggi.
Publik kini menantikan langkah resmi federasi, sambil berharap Skuad Garuda bangkit di kompetisi mendatang.(*)





