SEMARANG, beritajateng.tv – Tan Artspace kembali menggelar pameran lukisan. Kali ini, giliran pelukis asal Magelang, Kaji Habeb, yang menggelar pameran tunggal. Pameran tersebut bertajuk “Uzlah”, yang berlangsung dari 25 Juni hingga 7 Juli 2023 di tempat tersebut.
Tan Artspace sendiri berlokasi di Jalan Papandayan Nomor 11, Semarang. Kembali soal pameran, Uzlah ialah istilah dalam ajaran sufi yang artinya “menarik diri dari dunia” atau “menjauhi kehidupan duniawi” guna mengarahkan hidup pada pencarian spiritual dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Konsep tersebutlah yang kemudian ingin Kaji Habeb bawa untuk menggambarkan sebuah kehidupan yang menjauhkan diri dari materi dan mengalihkan perhatian kepada pencarian spiritual.
BACA JUGA: Kenalkan Desain Arsitektur Ramah Lingkungan, Mahasiswa Arsitektur SCU Ramaikan Pameran Gilo-Gilo
Pemilik Tan Artspace, Dony Hendro Wibowo, mengatakan, pameran tunggal lukisan dari Kaji Habeb merupakan bentuk komitmen dari mereka dalam menyediakan ruang bagi industri kreatif. Sebelumnya, berbagai jenis kegiatan kreatif juga rutin tergelar di sana.
“Kami dari Tan Artspace menerima pameran berbentuk apa pun, aktivitas apa pun, tidak harus seni rupa, bisa juga fotografi, kolaborasi teman-teman musik, dan lain sebagainya,” jelas Dony kepada beritajateng.tv, Kamis 6 Juni 2023.
Tan Artspace Usung Konsep Creative Hub
Dony menyebut, penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif sendiri merupakan fungsi utama ia mendirikan Tan Artspace. Mengusung konsep ‘creative hub’, tempat tersebut tidak hanya mewadahi pelaku kreatif Kota Semarang tetapi juga dari berbagai daerah.
“Mewadahi tidak hanya Kota Semarang, tapi juga daerah lain. Seperti ini contohnya, Kaji Habeb kan berasal dari Magelang. Sebelumnya juga banyak pameran dari pelukis asal Jogja, Bali, Cilacap, Bandung, dan Jakarta,” lanjutnya.
Sebagai orang yang memiliki latar belakang di dunia seni, Dony tak menampik bahwa ia dan pelukis-pelukis di luar sana memiliki kebutuhan yang sama. Yaitu, kebutuhan ruang ekspresi. Oleh karenanya, ia akan terus berusaha menyediakan tempatnya sebagai ruang untuk para pelaku industri kreatif.
“Tidak semua tempat menyediakan ruang, dan pemerintah juga tidak selalu menyediakan, kami akan terus mengembangkan Tan Artspace karena memang kita butuh ruang,” ujar Dony.
BACA JUGA: Kenalkan Pemilu 2024, SMK Muhammadiyah 1 Semarang Kemas Demokrasi dalam Pameran Seni
Eksistensi Tan Artspace memang belum berumur lama. Meski begitu, komitmen mereka dalam menyediakan ruang bagi para industri kreatif patut mendapatkan apresiasi.
Puluhan seniman seolah antre untuk dapat memamerkan kemagisan karyanya di Tan Artspace. Setelah pameran Uzlah oleh Kaji Habeb, giliran Nur Ahmad Sofyan yang akan memamerkan karyanya terkait isu lingkungan biota laut, pada 9-15 Juli 2023 mendatang.
“Walau tempat kita terbatas, jauh dari standar sebuah galeri, tapi teman-teman sudah mulai percaya. Mereka cukup mengapresiasi dan mereka mau mengadakan pameran di sini,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





