Gaya Hidup

Turun ke Kampung-kampung, Komunitas Lanang Wadon Semarang Ajak Anak Belajar Mendongeng

×

Turun ke Kampung-kampung, Komunitas Lanang Wadon Semarang Ajak Anak Belajar Mendongeng

Sebarkan artikel ini
Komunitas Lanang Wadon Semarang
Komunitas Lanang Wadon Semarang saat menggelar Sinom di RT 04/RW04 Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Minggu, 25 Februari 2024. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebudayaan kian tenggelam setelah teknologi semakin canggih dan aksesnya makin mudah. Sebut saja wayang yang kini menjadi salah satu budaya kurang populer di kalangan generasi muda, terutama anak-anak.

Hal tersebutlah yang mendasari Lanang Wadon Semarang. Sebuah komunitas yang bergerak di bidang literasi anak, seni pertunjukkan, edukasi kesenian, public speaking, dan karakter berbudaya.

Komunitas yang berdiri sejak tahun 2017 ini mempunyai tujuan untuk terus memberikan kebahagiaan kepada lingkungan sekitar dan ilmu, khususnya untuk generasi penerus bangsa.

“Mereka diajak untuk menyaksikan dongeng wayang kontemporer dengan pesan moral. Kemudian bermain permainan tradisional, membuat karya wayang kontemporer, serta diberikan bingkisan berisi snack dan alat tulis untuk belajar,” ungkap founder Lanang Wadon, Ajeng Ratnasari Poernomo, belum lama ini.

BACA JUGA: Video Kak Kempo Mendongeng Keteladanan Nabi untuk Anak-anak

Salah satunya saat Lanang Wadon menggelar kegiatan bertajuk “Sinau, Dolan lan Makaryo” (Sinom) bersama anak-anak kampung-kampung di sekitar Kota Semarang.

Ajeng menjelaskan, Sinom merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang Lanang Wadon lakukan. Ia berharap, dengan Sinom, Lanang Wadon bisa terus mengabdi pada masyarakat dengan menumbuhkan minat baca, khususnya anak-anak, sehingga meningkatkan nilai-nilai literasi.

“Warga sangat senang dan merasa bahwa acara tersebut memberikan manfaat kepada anak-anak untuk membangun karakter dan mengenal literasi melalui dongeng,” papar Ajeng.

Komunitas Lanang Wadon Semarang gabungkan seni pertunjukkan dan mendongeng sebagai ajang literasi

Ajeng menyebut, Lanang Wadon selama ini mengkolaborasikan seni pertunjukan sebagai metode pengajaran terhadap literasi. Menurutnya, kolaborasi bisa menambah rasa ketertarikan anak-anak untuk bisa mendongeng dan melatih rasa percaya diri anak untuk berani tampil di depan umum.

“Lalu juga membentuk karakter yang kuat dengan media seni pertunjukan terhadap anak, menanamkan nilai-nilai budaya dan tata krama yang kami sisipkan pada cerita dongeng yang kami sampaikan,” pungkasnya.

Belum lama ini, berlangsung gelaran Sinom di Kampung Mlatibaru Kecamatan Semarang Timur yang bertempat di Posyandu Mlatiputih II pada hari Sabtu, 10 Februari 2024. Serta di RT 04/RW04 Kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Minggu, 25 Februari 2024.

Bekerja sama dengan Karang Taruna setempat, kata Ajeng, Sinom bertujuan untuk membangun karakter anak dan memberikan edukasi mengenai literasi anak dengan cara mendongeng.

BACA JUGA: Berbeda dengan Mendongeng, Begini Manfaat Read Aloud atau Membaca Nyaring

Sekda Pemkot Semarang, Iswar Aminudin, bahkan berkesempatan hadir pada salah satu agenda Sinom. Ia juga turut tampil mendongeng dengan cerita “Ikan dan Burung yang sombong”.

Menurutnya, cerita itu mempunyai pesan bahwa setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan berbeda-beda. Maka dari itu harus saling tolong-menolong, menghargai satu sama lain, dan tidak boleh mengejek.

“Menurut saya bisa menanamkan literasi untuk anak-anak dengan cara yang mengena dan menyenangkan. Beliau sangat mendukung dan mau terlibat untuk menggiatkan literasi untuk anak-anak,” ungkap Iswar. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp