Nasional

Koper Alissa Wahid Diacak-acak Pegawai Bea Cukai, Alissa: Ndedes

×

Koper Alissa Wahid Diacak-acak Pegawai Bea Cukai, Alissa: Ndedes

Sebarkan artikel ini
pegawai bea cukai
Alissa Wahid mengaku pernah mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari pegawai bea cukai. Sumber: @alissawahid.

JAKARTA, beritajateng.tv – Pegawai Kementerian Keuangan RI lagi-lagi jadi sorotan warganet. Kali ini aksi pegawai bea cukai yang tidak sopan dan terkesan seenaknya dalam menjalankan tugasnya. Salah satu ‘korban’ yang mendapatkan pengalaman tak mengenakkan yaitu Putri Presiden ke-4 Indonesia, Alissa Wahid.

Melalui akun twitter-nya, Alissa Wahid menceritakan pernah mendapat perlakuan tidak sopan dari petugas bea cukai. Meskipun cuitan tersebut tersebar pada 20 Maret yang lalu, hingga hari ini kelakukan pegawai bea cukai tersebut viral.

Selain mendapatkan perlakuan ketus, barang bawaannya dibongkar paksa oleh pegawai bea cukai tersebut. Padahal biasanya pemeriksaan di bandara sudah dilakukan melalui X-Ray.

“Suatu ketika saya pulang dari konferensi di Taiwan. Di Cengkareng, saya menuju meja pemeriksaan yang di dalam itu. Mbak petugas nanya: ‘Kamu pulang kerja ya di Taiwan? Berapa lama kerja di sana? Bawa apa saja? Buka kopernya’,” cuit Alissa di akun twitternya @AlissaWahid, Senin (20/3).

Kemudian ia membuka kopernya dan menyodorkan paspor kepada petugas. Tak hanya itu, pegawai bea cukai itu mencecar Alissa dengan pertanyaan terkait berapa lama ia bekerja di Taiwan.

“Saya buka koper sambil dia minta paspor. Saya: ‘cuma tiga hari di Taiwan’, petugas: ‘kerja apa tiga hari di Taiwan? Kok bawaannya koper gede? Beli apa saja? Emang dibayar berapa? ‘Saya: ‘konferensi’ Petugas: ‘kok kamu bisa belanja & bawa barang banyak? Kamu kerja apa?’ Ndedes,” tulis Alissa.

Setelah memeriksa paspor Alissa, akhirnya pegawai tersebut memperbolehkan Alissa lewat.

“Petugas: ‘sering ya ke luar negeri?’ Saya: ‘ya. Bisa lihat di paspor, Mbak. Dia buka-buka paspor. Petugas: ‘kok sering ke luar. Kerja apa?’ Saya: ‘LSM’ Petugas menengok, tampangnya agak kecut, lalu kembalikan paspor: ‘Silakan’. Saya beberes koper yang sudah dia aduk-aduk,” ujarnya.

Perlakuan Pegawai Bea Cukai Selalu Jadi Sorotan

Perlakuan tidak etis dari ‘oknum’ pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan RI juga tidak hanya dirasakan oleh putri Gus Dur itu. Beberapa orang lain juga pernah mendapatkan perlakuan ketus serupa.

Misalnya saja keluhan yang datang dari komika Indonesia, Dodit Mulyanto. Ia mengaku pernah terkena denda pajak senilai lebih dari Rp. 80 juta. Meskipun sudah melayangkan surat permohonan pengurangan denda, tetapi Dodit hanya mendapat penolakan.

Kasus lain juga menimpa warga Indonesia bernama Fatimah Zahratunnisa. Ia mengeluhkan bea masuk dan pajak impor senilai Rp. 4 juta.

Sebelumnya, ia memenangkan kontes menyanyi di Jepang dan mendapatkan piala. Piala tersebut dikirim ke Indonesia. Namun, ia justru harus berhadapan dengan pegawai bea cukai yang justru memintanya untuk membayar pajak.

Meskipun ia berhasil membawa piala tersebut secara gratis, Fatimah menyayangkan sikap pegawai bea cukai tersebut.

Adanya tiga kasus viral yang melibatkan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan ini, Kemenkeu RI melalui Staf Khusus Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo harus menyampaikan kata maaf sebanyak tiga kali dalam satu hari (*).

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp