SEMARANG, beritajateng.tv – Kondisi AY (25), perempuan yang menjadi korban penusukan oleh suaminya sendiri saat mengambil rapor anak di sekolah mulai membaik. Meski demikian, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang (RSWN).
Kasus penusukan tersebut terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026 sekitar pukul 08.15 WIB di lingkungan SDN Kalipancur 2, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Korban diduga diserang oleh suaminya, F (29), menggunakan obeng yang telah dimodifikasi.
Akibat kejadian itu, AY mengalami sejumlah luka tusuk di beberapa bagian tubuh dan sempat mendapatkan penanganan awal di Rumah Sakit William Booth Semarang. AY akhirnya dirujuk ke RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro untuk menjalani rawat inap.
Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, mengatakan kondisi korban saat ini berangsur membaik meski masih dalam pengawasan tim medis.
“Masih dalam perawatan di RSWN. Kondisi sudah membaik. Kemarin tim saya sudah ke RS,” kata Kompol Ni Made Sriniti melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 24 Juni 2026.
BACA JUGA: Tragis! Suami Tikam Istri Saat Ambil Rapor di SD Kalipancur 02 Semarang, Begini Kronologinya
Selain mengalami luka di bagian bahu dan punggung, korban juga mengalami luka tusuk di area dada. Berdasarkan keterangan yang kepolisian peroleh dari keluarga korban, luka tersebut memerlukan tindakan medis berupa jahitan.
Kompol Sriniti menjelaskan pihaknya belum sempat mendapatkan penjelasan langsung dari dokter yang menangani korban. Namun informasi yang ibu kandung korban terima, menyebutkan bahwa AY sempat menggunakan bantuan selang oksigen selama menjalani perawatan.
“Kebetulan tim belum bertemu pihak dokter, dijelaskan oleh ibu kandung lukanya dijahit. Karena ada luka tusuk bagian dada, korban dibantu selang oksigen,” jelasnya.
Korban Masih Mengalami Trauma
Tak hanya mengalami luka fisik, korban juga menghadapi dampak psikologis pascakejadian. Polisi menyebut AY masih mengalami trauma akibat peristiwa penusukan yang terjadi di hadapan sejumlah wali murid dan warga sekolah.





