Peristiwa

Tragis! Suami Tikam Istri Saat Ambil Rapor di SD Kalipancur 02 Semarang, Begini Kronologinya

×

Tragis! Suami Tikam Istri Saat Ambil Rapor di SD Kalipancur 02 Semarang, Begini Kronologinya

Sebarkan artikel ini
Tragis! Suami Tikam Istri Saat Ambil Rapor di SD Kalipancur 02 Semarang, Begini Kronologinya
Petugas medis langsung membawa korban penusukan yang dilakukan oleh suaminya sendiri saat sang istri tengah mengambil rapor anak di SD Negeri Kalipancur 02 Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Insiden penusukan menggegerkan lingkungan SD Negeri Kalipancur 02, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (19/6/2026) pagi.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Korban berinisial AY (25), warga Panjangan, Semarang Barat, saat itu datang ke sekolah untuk mengambil rapor anaknya.

Namun, di lokasi yang sama, korban didatangi suaminya berinisial F (29), warga Gunungpati. Polisi menduga aksi tersebut lantaran konflik rumah tangga yang telah berlangsung cukup lama.

“Dari hasil penyelidikan awal, korban dan pelaku merupakan pasangan suami istri yang sedang menghadapi persoalan keluarga. Korban dketahui telah mengajukan gugatan cerai dan keduanya sudah lama tidak bertemu,” kata Riki.

Menurutnya, pelaku mendatangi sekolah saat mengetahui korban akan mengambil rapor anaknya.

Saat bertemu di area sekolah, pelaku langsung menyerang korban menggunakan benda tajam. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka tusuk di bagian tubuhnya.

“Korban mengalami luka di bagian bahu dan pinggul. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di RS William Booth,” ujarnya.

Polisi langsung mengamankan pelaku berikut sejumlah barang bukti dan memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian. Penyidik juga telah mendatangi rumah sakit untuk meminta keterangan korban.

“Kasus ini kami proses menggunakan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Pasal 44 ayat 1 dan ayat 2, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” jelasnya.

BACA JUGA: Tanjakan Kalipancur Retak Bahayakan Pengguna Jalan, DPU: CSR Belum Diserahterimakan 

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Ngaliyan, Aipda Farid Nur Umam, mengungkapkan jika ia menerima laporan darurat dari pihak sekolah beberapa saat setelah kejadian berlangsung.

“Guru telepon saya, dalam kondisi panik dan menangis. Mereka melaporkan telah terjadi penusukan di lingkungan sekolah. Saya langsung menuju lokasi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban sempat berusaha menyelamatkan diri setelah di serang di depan ruang kelas. Namun pelaku terus mengejar dan kembali melakukan penyerangan hingga korban terjatuh di area halaman sekolah.