“Sebenarnya buat seru-seruan aja. Awalnya mau pulang, tapi tertarik ikut karena sudah lama enggak main. Jadi sekalian nostalgia dan mengingat masa kecil,” katanya.
Di tengah era digital yang membuat anak-anak lebih akrab dengan gawai, kegiatan seperti ini harapannya bisa menjadi jembatan untuk melestarikan warisan budaya permainan tradisional Indonesia.
Yusnika juga mengatakan bahwa sebaiknya mengawali momentum kemerdekaan dari kedisiplinan diri sendiri. Dengan begitu, semangat merdeka bisa tercermin dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





