Jateng

Krisis Air Terjang Rowosari Semarang, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Tak Bisa Digarap

×

Krisis Air Terjang Rowosari Semarang, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Tak Bisa Digarap

Sebarkan artikel ini
Krisis Air Terjang Rowosari Semarang, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Tak Bisa Digarap
Pertanian krisis air dan kekeringan di Rowosari, Tembalang, Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kota Semarang mulai melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mengurangi dampak musim kemarau.

Salah satunya dengan memetakan wilayah yang paling rentan mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, mengatakan pemetaan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

“Kami sedang melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang rawan kekeringan. Data ini menjadi dasar agar penanganan bisa berjalan secara tepat sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah,” jelas Soti’ah.

Selain pemetaan, Dinas Pertanian juga melakukan evaluasi terhadap infrastruktur pendukung pertanian. Langkah tersebut meliputi perbaikan jaringan irigasi, optimalisasi embung, hingga pemanfaatan pompa air agar pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau.

“Kami juga melakukan monitoring terhadap jaringan irigasi, embung, dan penggunaan pompa air supaya bisa dioptimalkan untuk membantu petani,” ujarnya.

Soti’ah menambahkan, pemerintah turut menyiagakan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk membantu petani mempercepat masa tanam sehingga risiko gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan.

“Kami mengimbau petani melakukan percepatan tanam. Brigade alsintan juga kami siapkan untuk membantu petani agar dampak musim kemarau bisa diminimalkan,” katanya.

Ia menjelaskan, Kota Semarang memiliki sekitar 2.130 hektare lahan sawah yang menjadi bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Namun sebagian besar merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.

“Wilayah seperti Tembalang menjadi daerah yang paling rawan karena mayoritas sawahnya merupakan sawah tadah hujan. Saat kemarau panjang, hampir semua wilayah memiliki titik-titik yang mengalami kekeringan,” jelasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp