Krisis Moral Marak, Keluarga Berperan Penting dalam Pendidikan Karakter

Praktisi Pendidikan Bagus Suryokusumo memberi paparan dalam Sosialisasi Non Perda "Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter". (wahyu/beritajateng.tv)

SEMARANG, 22/7 (beritajateng.tv) – Peran keluarga sangat penting dalam pendidikan karakter anak-anak. Orang tua hendaknya tak menyerahkan sepenuhnya pendidikan karakter anak ke guru di sekolah. Sebab, guru di sekolah juga punya keterbatasan dalam mendidik anak.

Hal tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Non Perda “Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Rabu (20/7/2022). Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto yang hadir secara virtual mengatakan, peran orang tua dalam pendidikan karakter sangat terlihat saat pandemi Covid-19 lalu.

“Saat siswa diharuskan belajar secara daring, disitu peran orang tua dan keluarga dalam pendidikan sangat dominan. Tak hanya dalam soal akademis, tetapi juga dalam membentuk karakter anak,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Kribo tersebut.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dalam Sosialisasi Non Perda “Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter”. (wahyu/beritajateng.tv)

Dia menambahkan, orang tua dapat berperan membentuk karakter anak mulai dari hal-hal yang sederhana. “Misalnya dengan mengajari bagaimana membuang sampah di tempatnya, mengajari agar anak selalu antre, dan masih banyak lagi,” katanya dalam acara yang dimoderatori Nurkholis tersebut.

Praktisi Pendidikan Kabupaten Semarang, Bagus Suryokusumo menambahkan, masih ada sejumlah orang tua yang berpersepsi salah saat mendaftarkan anaknya ke sekolah. Yaitu dengan memasrahkan sepenuhnya pendidikan anak ke guru di sekolah.

“Orang tua seolah lepas tangan dengan pendidikan anak. Padahal orang tua seharusnya mampu menjadi contoh dan mengawasi pendidikan anak. Jangan pasrahkan full ke sekolah karena guru juga punya keterbatasan,” paparnya.

Dikatakannya, pendidikan juga dibutuhkan untuk kehidupan bersosialisasi dan saling menghargai hidup sesama manusia. Pendidikan karakter anak dapat dimulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD).

Camat Bancak, Sugeng menambahkan, saat krisis moral marak, maka pendidikan karakter menjadi hal yang sangat penting. Dia berharap kegiatan sosialisasi tersebut bisa mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun karakter anak bangsa yang baik.

“Tujuannya, ada perubahan yang nyata dan wilayah Kecamatan Bancak juga menjadi lebih maju,” kata Sugeng.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo menyatakan, keefektifan pendidikan karakter sangat bergantung pada tiga institusi. Yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dia menilai pendidikan karakter perlu diberikan karena karakter zaman telah bertransformasi menjadi era komunikasi dan informasi yang begitu bebas dan terbuka. Kondisi itu diikuti munculnya berbagai krisis, diantaranya krisis ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan, keamanan dan moral.

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo saat memberi paparan. (wahyu/beritajateng.tv)

Dia mencontohkan, krisis moral di tingkat elit ditandai dengan maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sedangkan krisis moral di tingkat bawah ditandai dengan merajalelanya kejahatan seperti penipuan, pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, dan perampokan.

“Karena itu orang tua bertanggungjawab penuh dalam pembinaan karakter anak-anaknya. Orang tua harus memperhatikan pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian anak dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Meski begitu, dia menyadari adanya kendala yang dihadapi sejumlah orang tua. Diantaranya perubahan zaman dan gaya hidup, pengaruh televisi dan medsos pada gaya komunikasi anak, perbedaan watak dan jenis kelamin, serta perbedaan tipe kecerdasan anak.

“Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi dalam keluarga bisa mendukung sekaligus bisa menghambat pendidikan karakter keluarga. Karenanya, orang tua harus bijaksana sesuai kebutuhan anak,” ujarnya. (adv)

 

Leave a Reply