Olahraga

Krisis Striker Jelang Lawan Persija Jakarta, PSIS Semarang Bingung Otak-atik Lini Serang

×

Krisis Striker Jelang Lawan Persija Jakarta, PSIS Semarang Bingung Otak-atik Lini Serang

Sebarkan artikel ini
PSIS Bali | PSIS Desember 2024 | PSIS Striker Dewa United PSM
Pemain PSIS Semarang, Gali Freitas (kanan), berusaha mengamankan bola dari pasukan Dewa United, Rabu, 11 September 2024. (Foto: Instagram/@psisfcofficial)

SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang sampai saat ini masih mengalami masalah di lini depan karena belum bisa menurunkan striker asingnya.

Sebelum Evandro Brandao, striker Sudi Abdallah juga mengalami cedera di awal kompetisi Liga 1 2024/2025. Absennya dua striker utama membuat PSIS Semarang selama ini mengalami krisis di lini depan.

Sejak kehilangan Sudi dan Brandao belum siap tampil, PSIS harus bermain tanpa ujung tombak. Hal ini sangat mempengaruhi keseimbangan permainan tim Mahesa Jenar, khususnya di sektor serangan.

BACA JUGA: PSIS Semarang vs. Persija Bakalan Sulit, Gilbert Agius: Kami Bukan Tim Terbaik, Pemain Penting Absen

Pelatih PSIS, Gilbert Agius, terpaksa mengandalkan trio Gali Freitas, Septian David Maulana, dan Fernandinho dalam enam laga awal Liga 1 2024/2025.

Meskipun demikian, kurangnya striker murni telah berdampak pada menurunnya produktivitas gol PSIS. Dari tujuh pertandingan yang sudah mereka jalani, PSIS hanya mampu mencetak lima gol.

Gol tersebut tercetak oleh Gali Freitas, Septian David, Tri Setiawan, Riyan Ardiansyah, dan Alfeandra Dewangga.

Otak-atik posisi striker PSIS Semarang

Guna menutup kekurangan di lini depan, Agius pernah mencoba memainkan gelandang Boubakary Diarra lebih ke depan. Salah satu contohnya terjadi saat PSIS menghadapi PSBS Biak.

“Ya, itu adalah salah satu solusi,” ungkap Agius.

Namun, ia juga menyadari bahwa pergeseran posisi Boubakary ke lini depan membawa risiko bagi keseimbangan di lini tengah.

“Saya belum bisa melepasnya dari posisi gelandang karena saya lebih membutuhkannya di sana,” jelasnya.

Pemain berdarah Mali-Prancis itu sendiri mengaku tak keberatan bermain lebih menyerang.

BACA JUGA: PSIS Semarang Kalah Melulu, Yoyok Sukawi: Putaran Kedua Jika Ada Pemain Kurang Jelas, Kita Buang

“Itu memang posisi saya sebagai gelandang box-to-box. Saya bisa membantu menyerang sekaligus menjaga kedalaman,” tuturnya.

PSIS sebenarnya masih memiliki striker lokal seperti Wildan Ramdhani dan Aulia Rahman, namun keduanya belum sepenuhnya bisa jadi andalan.