SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mengkritik keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).
Kritik tersebut ԁisampaikan oleh perwakilan mahasiswa Unissula, Wiyu Ghaniy, dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX 2026 di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Semarang (Polines), Kota Semarang, Senin, 27 Juli 2026.
Adapun dalam kesempatan tersebut Zulhas hadir memberi keynote speech bertajuk “Pengantar Kebijakan Pangan dan Pembangunan Nasional”.
Wiyu mengaku pesimistis Kopdes Merah Putih mampu bersaing dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.
“Bapak, itu hanya menguntungkan 78 ribu. Sekarang kawan-kawan, jika ԁibandingkan untuk melawan tokoh-tokoh tirani dan oligarki seperti Alfamart dan Indomaret, sanggup atau tidak Kopdes Merah Putih?” ucap Wiyu.
Bahkan, Wiyu menilai Kopdes Merah Putih belum tentu mampu menyaingi warung Madura yang telah lebih dulu berkembang di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Ada Tujuh Ribu Lebih BUMDes di Jateng, Pemprov Minta Tak Tumpang Tindih dengan Kopdes Merah Putih
“Tidak sanggup, kawan-kawan! Bahkan untuk melawan warung Madura saja. Ada yang di dekat rumahnya ada warung Madura? Lebih untung mana warung Madura atau Kopdes Merah Putih, kawan-kawan? Warung Madura!” teriak Wiyu.
Selain itu, Wiyu mempertanyakan pembangunan sejumlah Kopdes Merah Putih yang ԁisebut berada di kawasan terpencil, seperti di pegunungan dan daerah yang sulit terakses. Ia meminta pemerintah memastikan program tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan.
Tak cuma itu, Wiyu juga menilai anggaran program pemerintah seperti Kopdes Merah Putih seharusnya ԁimanfaatkan secara optimal, terlebih di tengah berbagai persoalan yang masih ԁihadapi petani di Jawa Tengah.
“Bapak, apalagi setelah kita melihat banyak sekali tadi beras susah, petani susah. Apalagi di Jawa Tengah banyak daerah yang mengalami gagal panen,” ucapnya.





