Ia mengungkapkan kritik walikota Jambi karena ingin memperjuangkan keadilan bagi neneknya yang merupakan pejuang kemerdekaan RI. Selain itu, neneknya mengalami perlakuan yang tidak adil dari perusahaan yang bekerja sama dengan Pemkot Jambi.
SFA juga mengungkapkan bahwa selama hampir 10 tahun, Pemkot Jambi telah mengizinkan truk bertonase 20 ton melewati jalan yang sebenarnya untuk mobil berbobot 5 ton, sehingga merusak rumah neneknya, Habsah. Selain itu, SFA juga mengkritik perusahaan yang semestinya menjadi pembangkit listrik tenaga uap, tetapi malah menjadi perusahaan kayu hutan (*).





