Hukum & Kriminal

Kronologi Penculikan Siswi SDN Bulu Lor Semarang, Zainal Petir: Pelaku Ngaku Kangen Mendiang Adiknya

×

Kronologi Penculikan Siswi SDN Bulu Lor Semarang, Zainal Petir: Pelaku Ngaku Kangen Mendiang Adiknya

Sebarkan artikel ini
Korban Koperasi BLN | alumni SMAN 11 Semarang | Siswi SDN Bulu Lor Semarang
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Penyambung Titipan Rakyat (PETIR) Jawa Tengah, Zainal Petir, saat dijumpai di kediamannya, Minggu, 12 Oktober 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Ia berharap, proses hukum dapat berjalan maksimal dan pelaku benar-benar mendapat hukuman sesuai ketentuan yang berlaku. Zainal khawatir jika pelaku tak dapat hukuman setimpal, maka perbuatan serupa bisa terulang di kemudian hari.

“Ya, semoga saya berharap polisi betul-betul bisa menerapkan pasal ini. Karena kalau tidak diterapkan ini nanti banyak korban,” ujarnya.

BACA JUGA: Anak Korban Penculikan Trauma Meski Tak Langsung Kelihatan, Psikolog: Dampaknya Bisa Jangka Panjang

Pihaknya menyebut, setelah tertangkap, terungkap bahwa aksi ini bukan yang pertama kali FARW lakukan.

“Beruntung keluarga korban bisa menangkap tangan, ternyata ada banyak korban yang diajak untuk melakukan asusila sejak 2024, untung terungkap, kalau enggak tertangkap, enggak terungkap,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zainal juga mengungkap, beberapa korban lain telah teridentifikasi. Adapun korban lainnya, kata Zainal, berlokasi di daerah Puspanjolo dan Jerakah.

“Kemarin sudah ada yang melapor setelah pengembangan itu, kan bisa cari alamatnya. Itu di daerah Puspanjolo, ini juga anak SD. Kemudian ada yang daerah Jerakah, itu yang sudah teridentifikasi. Nah, enggak tahu yang SMP katanya ada juga,” terang dia.

Minta Wali Kota imbau sekolah untuk pastikan siswanya pihak keluarga jemput

Lebih jauh, Zainal berharap pengawasan di lingkungan sekolah makin ketat, utamanya di lingkup TK, SD, dan SMP. Pihaknya meminta guru memastikan keluarga atau wali menjemput anak-anak saat jam pulang sekolah.

“Saya berharap Dinas Pendidikan Kota Semarang supaya menyampaikan pesan atau instruksi atau surat edaran ke TK, SD maupun SMP supaya guru-guru mengantarkan anak sampai ke pintu gerbang keluar dan memastikan anak itu sudah dijemput,” tuturnya.

Bahkan, Zainal turut menyinggung agar Wali Kota Semarang ikut turun tangan menyuarakan hal tersebut.

“Kalau perlu wali kota lah ya, wali kota meneruskan seperti itu, supaya tidak ada korban lagi,” tegasnya.

BACA JUGA: Pelaku Penculikan Siswi SDN Bulu Lor Semarang Tertangkap, Begini Modus dan Kronologinya