Sementara itu, tim kuasa hukum mahasiswa yang diduga terlibat pengeroyokan juga menyambut baik upaya penyelesaian secara kekeluargaan.
Salah satu kuasa hukum, Wahyu Rudi Indarto, menyebut kedua pihak memiliki semangat yang sama untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
“Nampaknya kita mempunyai kesamaan visi hanya untuk format lebih lanjut tentunya harus di konsultasikan dengan klien masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah dekanat FIB Undip yang memfasilitasi pertemuan kedua pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak dekanat yang memfasilitasi pertemuan kami untuk membuat format keinginan ada restorative justice,” katanya.
Sementara itu, kuasa hukum terduga pelaku lainnya, Mirzam Adli, menegaskan pihaknya fokus pada perkara dugaan pengeroyokan yang saat ini bergulir.
“Jadi konteksnya adanya dugaan pengeroyokan yang mana dugaan 30 orang lakukan dan korbannya Arnendo,” katanya.
Adapun terkait tuduhan pelecehan seksual yang sebelumnya dugaan menjadi pemicu konflik, Mirzam menyatakan hal tersebut di serahkan kepada pihak kampus.
“Kalau berbicara tentang pelecehannya itu nanti sudah diserahkan kepada lembaga sendiri melalui Undip,” pungkasnya.
BACA JUGA: Kuasa Hukum Arnendo: Undip dan Polisi Lambat Tangani Kasus Pengeroyokan
Sementara itu, Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, menegaskan bahwa selain upaya mediasi, pihak universitas juga tetap menjalankan proses penanganan secara internal. Undip telah membentuk dua tim untuk menangani dua aspek berbeda dalam kasus tersebut.
“Yang pertama adalah tim etik, yang itu khusus untuk melihat lebih jauh atau menyelidiki untuk kasus yang dugaan penganiayaan dan yang kedua adalah satgas kekerasan seksual yang nanti terutama untuk menampung laporan yang kemarin sudah memang keluar di media terkait dugaan kasus pelecehan seksual,” ujar Nurul usai mediasi pada Jumat, 6 Maret 2026.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena, mengatakan, kasus ini telah naik ke tahap penyidikan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengantongi hasil visum.





