Pihaknya menyebut telah menemui lebih dari dua saksi. Naufal menilai keterangan yang diberikan kedua saksi tersebut cukup konsisten.
Dalam hematnya, keterangan itu memperkuat keyakinan bahwa penyebab kematian Iko bukanlah kecelakaan biasa. “Itu yang menguatkan dugaan kami bahwa meninggalnya Iko tidak murni kecelakaan,” tegasnya.
Pertanyakan kejanggalan sosok Aziz dan Fiki, dua orang lain yang polisi sebut terlibat kecelakaan dengan Iko dan Ilham
Selain soal dugaan pelemparan, Naufal juga menyoroti keterangan polisi mengenai keberadaan dua nama lain, Aziz dan Fiki, yang disebut sebagai korban dalam insiden itu.
Menurut Naufal, ada kejanggalan yang harus dijelaskan karena keduanya baru tiba di rumah sakit dua jam setelah Iko dan Ilham masuk ke RSUP Dr. Kariadi.
“Iko dan Ilham datang lebih dulu. Dua jam kemudian Aziz dan Fiki baru datang, ini tidak masuk akal. Seyogianya kalau sama-sama kecelakaan semestinya sama-sama masuk,” paparnya.
Tak hanya itu, Naufal merasa janggal lantaran hingga saat ini pihak keluarga Iko maupun tim kuasa hukum belum pernah bertemu langsung dengan Aziz dan Fiki.
Lazimnya, kata Naufal, orang yang sama-sama terlibat kecelakaan akan berkomunikasi atau setidaknya menyampaikan duka kepada keluarga korban.
“Lazimnya orang kecelakaan biasanya akan berkunjung, silaturahmi, atau menyampaikan duka. Tapi sampai saat ini komunikasi dengan Aziz dan Fiki juga kami belum bisa,” katanya.
BACA JUGA: LPSK Ungkap Fakta Kematian Iko Juliant: Yang Antar 4 Orang Berseragam ke RS, Luka Benda Tumpul Kasar
Keterangan mengenai keduanya Naufal akui hanya datang dari kepolisian. Identitas yang polisi berikan pun minim, tanpa alamat atau detail lain yang bisa pihaknya verifikasi.
“Enggak ada namanya siapa, alamatnya di mana, usia berapa. Kami enggak dapat informasi itu. Sementara dari rumah sakit juga tidak menunjukkan kedatangan Aziz dan Fiki di CCTV,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihak keluarga sudah bersurat kepada Kapolda Jawa Tengah untuk meminta investigasi lebih mendalam.





